HAK ASASI MANUSIA DALAM RATIO DECIDENDI PUTUSAN PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 1598/PID.B/2019/PN.PLG)

SONIA RIZKI ZALSABILLA, NIM. 502022365 (2026) HAK ASASI MANUSIA DALAM RATIO DECIDENDI PUTUSAN PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 1598/PID.B/2019/PN.PLG). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022365_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022365_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (335kB)
[img] Text
502022365_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (307kB)
[img] Text
502022365_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15kB)
[img] Text
502022365_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (154kB)
[img] Text
502022365_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502022365_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir, khususnya hak untuk hidup yang dijamin oleh negara. Dalam perkara tindak pidana pembunuhan berencana, hakim dalam merumuskan ratio decidendi dituntut untuk mempertimbangkan aspek Hak Asasi Manusia, baik terhadap korban yang kehilangan hak hidupnya maupun terhadap terdakwa sebagai subjek hukum yang tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara adil. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah ratio decidendi dalam putusan Nomor 1598/Pid.B/2019/PN.Plg mempertimbangkan Hak Asasi Manusia dan bagaimana konsep hak asasi manusia dalam perumusan tindak pidana pembunuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam putusan tersebut telah mempertimbangkan aspek Hak Asasi Manusia, khususnya dalam menjamin hak terdakwa untuk memperoleh peradilan yang adil. Dalam merumuskan ratio decidendi, hakim mendasarkan putusan pada fakta-fakta persidangan, alat bukti yang sah, serta mempertimbangkan aspek keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Di sisi lain, perbuatan terdakwa yang dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa korban merupakan pelanggaran terhadap hak hidup, sehingga terdakwa dapat dijatuhi pidana sesuai dengan Pasal 340 KUHP. Dengan demikian ratio decidendi dalam putusan tersebut telah mencerminkan keseimbangan antara perlindungan Hak Asasi Manusia, kepastian hukum, dan keadilan substantif. Kata kunci: Hak Asasi Manusia, Ratio Decidendi, Putusan Perkara Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Slamet Riyanto,S.H.,M.H. 2. Muhammad Taufiq, S.H.,M.H.
Uncontrolled Keywords: Hak Asasi Manusia, Ratio Decidendi, Putusan Perkara Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Ilmu Hukum > Pengadilan Pidana
Ilmu Hukum > Undang-Undang, Peraturan-peraturan, Perkara-perkara
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 20 May 2026 06:12
Last Modified: 20 May 2026 06:12
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36301

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.