CHILDFREE SEBAGAI ALASAN PEMOHON MENGAJUKAN PERCERAIAN ( Studi Puturan Pengadilan Agama Balikpapan Nomor 1075/Pdt.G/2024/Pa.Bpp )

Ahmad Mufid, NIM. 502022261 (2026) CHILDFREE SEBAGAI ALASAN PEMOHON MENGAJUKAN PERCERAIAN ( Studi Puturan Pengadilan Agama Balikpapan Nomor 1075/Pdt.G/2024/Pa.Bpp ). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022261_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022261_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (618kB)
[img] Text
502022261_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (323kB)
[img] Text
502022261_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (202kB)
[img] Text
502022261_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (314kB)
[img] Text
502022261_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502022261_COVER SAMPAI LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Fenomena childfree sebagai pilihan pasangan suami istri untuk tidak memiliki keturunan semakin berkembang dalam masyarakat modern dan menimbulkan perdebatan dalam perspektif hukum perkawinan Islam. Perkawinan dalam hukum Indonesia bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dalam hukum Islam selaras dengan konsep mitsaqan ghalidzan sebagai akad yang kuat dan penuh tanggung jawab.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah childfree bertentangan dengan asas untuk selama-lamanya dalam hukum perkawinan Islam serta bagaimana pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 1075/Pdt.G/2024/PA.Bpp dalam memenuhi rasa keadilan bagi para pihak.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, Undang-Undang Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa childfree tidak secara otomatis bertentangan dengan asas untuk selama-lamanya sepanjang diputuskan atas kesepakatan bersama dan tidak menghilangkan kewajiban suami istri. Namun, apabila pilihan tersebut menimbulkan perselisihan yang terus-menerus hingga tidak ada harapan untuk hidup rukun kembali, maka dapat menjadi alasan perceraian. Dalam Putusan Nomor 1075/Pdt.G/2024/PA.Bpp, hakim mendasarkan putusan pada kondisi objektif pecahnya rumah tangga dan tetap memberikan perlindungan hak istri, sehingga putusan tersebut mencerminkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Mulyadi Tanzili,S.H.,M.H 2. Mona Wulandari,S.H.,M.H
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Acara Perdata dan Pengadilan
Ilmu Hukum > Hukum Perdata
Ilmu Hukum > Undang-Undang, Peraturan-peraturan, Perkara-perkara
Ilmu Hukum > Undang-undang Dasar
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 20 Apr 2026 02:19
Last Modified: 20 Apr 2026 02:19
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34929

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.