Syifa Tasya Kamilah, Nim. 702022024 (2026) HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA WANITA USIA SUBUR. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
702022024_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
702022024_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
702022024_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (490kB) |
||
|
Text
702022024_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (467kB) |
||
|
Text
702022024_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (232kB) |
||
|
Text
702022024_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text
702022024_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (398kB) |
||
|
Text
702022024_Cover_Sampai_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penggunaan kontrasepsi hormonal merupakan metode keluarga berencana yang paling banyak dipilih oleh wanita usia subur karena efektivitasnya yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Namun demikian, kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan efek samping metabolik, terutama terhadap kadar glukosa darah dan indeks massa tubuh (IMT). Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron diduga berperan dalam gangguan metabolisme glukosa serta peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggu naan kontrasepsi hormonal dengan kadar glukosa darah dan indeks massa tubuh (IMT) pada wanita usia subur. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. enelitian dilakukan di Puskesmas Basuki Rahmat dan Puskesmas Sekip Kota Palembang dengan jumlah responden sebanyak 110 wanita usia subur. Data yang dikumpulkan meliputi jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan, kadar glukosa darah, dan indeks massa tubuh (IMT). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji kolmogorov- smirnov . Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal (68,2%), namun masih terdapat responden dengan kadar glukosa darah hiperglikemia (31,8%). Selain itu, mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh (IMT) berlebih (62,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kadar glukosa darah (p = 0,073; OR = 0,264; 95% CI: 0,057–1,233). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan indeks massa tubuh (IMT) pada wanita usia subur(p < 0,05).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. dr. indriyani, M. Biomed 2. dr. Ary Rinaldzi, S.p.O.G., Subsp. Obgin Sos. |
| Uncontrolled Keywords: | kontrasepsi hormonal, kadar glukosa darah, indeks massa tubuh, wanita usia subur |
| Subjects: | Pendidikan Kedokteran > Obstetrik ( Ilmu Kebidanan) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Kedokteran |
| Date Deposited: | 17 Jan 2026 04:10 |
| Last Modified: | 17 Jan 2026 04:10 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34705 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
