ANNISAA HAGANA ASBI, NIM. 702022101 (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae HASIL BIAKAN DAN Metarhizium sp. KEMASAN TERHADAP MORTALITAS LARVA Culex quinquefasciatus. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
702022101_BAB I_DAFTAR PUSTAKA_PDF.pdf - Published Version Download (770kB) | Preview |
|
|
Text
702022101_BAB II_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (482kB) |
||
|
Text
702022101_BAB III_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (349kB) |
||
|
Text
702022101_BAB IV_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (458kB) |
||
|
Text
702022101_BAB V_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (162kB) |
||
|
Text
702022101_LAMPIRAN_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (166kB) |
||
|
Text
702022101_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN_ANNISAA HAGANA ASBI.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Metarhizium anisopliae merupakan jamur entomopatogen yang telah banyak digunakan sebagai agen hayati karena kemampuannya menyebabkan kematian pada berbagai jenis serangga dan saat ini tersedia dalam bentuk kemasan komersial, namun efektivitas formulasi kemasan masih perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas Metarhizium anisopliae hasil biakan laboratorium dengan Metarhizium sp. kemasan terhadap mortalitas larva Culex quinquefasciatus. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan tiga kali ulangan. Sampel terdiri atas 360 larva instar III, dengan perlakuan Metarhizium anisopliae hasil biakan (1×10⁶ konidia/mL) dan Metarhizium sp. kemasan (0,95×10⁹ konidia/mL). Analisis data dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metarhizium anisopliae hasil biakan lebih efektif pada hari ketujuh dengan mortalitas larva sebesar 96,67%, sedangkan Metarhizium sp. kemasan sebesar 98,89%. Lethal Time 50% (LT₅₀) Metarhizium anisopliae hasil biakan selama 4,24 hari dan Lethal Time 95% (LT₉₅) sebesar 6,01 hari, serta Metarhizium sp. kemasan LT₅₀ sebesar 4,50 hari, dan LT₉₅ sebesar 6,27 hari. Larva yang terinfeksi mengalami perubahan morfologi berupa perubahan warna, kekakuan menyerupai mumi, segmen tubuh yang tidak jelas, serta munculnya serbuk putih jamur pada permukaan tubuh. Berdasarkan temuan ini, jamur entomopatogen Metarhizium, baik dalam bentuk hasil biakan maupun formulasi kemasan, berpotensi digunakan sebagai agen hayati larvasida terhadap Culex quinquefasciatus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Culex quinquefasciatus; entomopatogen; filariasis; Metarhizium anisopliae; mortalitas |
| Subjects: | Pendidikan Kedokteran > Parasit |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Kedokteran |
| Date Deposited: | 17 Jan 2026 01:33 |
| Last Modified: | 17 Jan 2026 01:33 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
