Hubungan BBLR, ASI Eksklusif dan Pemberian MPASI Terhadap Kejadian Stunting pada Bayi Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Seberang Ulu

CAHYA AZZAHRA BRILIANI, NIM. 702022083 (2025) Hubungan BBLR, ASI Eksklusif dan Pemberian MPASI Terhadap Kejadian Stunting pada Bayi Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Seberang Ulu. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
702022083_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
702022083_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
702022083_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (414kB)
[img] Text
702022083_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (280kB)
[img] Text
702022083_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (159kB)
[img] Text
702022083_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (170kB)
[img] Text
702022083_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)
[img] Text
702022083_Cover_sampai_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah (BBLR), pemberian ASI eksklusif, dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) terhadap kejadian stunting pada bayi usia 12–24 bulan di Puskesmas Seberang Ulu Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 bayi. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri serta wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting sebesar 34,3%. Bayi dengan riwayat BBLR mengalami stunting sebesar 68%, lebih tinggi dibandingkan bayi tanpa BBLR sebesar 24,1%, dan terdapat hubungan signifikan antara BBLR terhadap kejadian stunting (p = 0,000). Pada variabel ASI eksklusif, 47,4% bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif mengalami stunting, sedangkan pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sebesar 19,6%, dan terdapat hubungan signifikan antara ASI eksklusif terhadap kejadian stunting (p = 0,002). Sementara itu, pemberian MPASI tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap kejadian stunting (p = 0,744).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. Resy Asmalia, S.K.M., M.Kes, CGA., CHMC. 2. dr. Irma Yenni, Sp.A., MARS.
Uncontrolled Keywords: stunting, BBLR, ASI eksklusif, MPASI, bayi 12–24 bulan
Subjects: Pendidikan Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Pendidikan Kedokteran > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Date Deposited: 13 Jan 2026 04:23
Last Modified: 13 Jan 2026 04:23
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34561

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.