Sonya Rahm Pradita, 452021007 (2025) Analisis Potensi dan ZKualitas Madu Hutan Apis dorsata di kawasan hutan lindung mangrove Sungai Lumpur. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
452021007_BAB I_merged.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
452021007_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
||
|
Text
452021007_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (353kB) |
||
|
Text
452021007_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (571kB) |
||
|
Text
452021007_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (185kB) |
||
|
Text
452021007_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (287kB) |
||
|
Text
452021007_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
452021007_Cover sampai akhir.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
SONYA RAHMA PRADITA, Analisis Potensi dan Kualitas Madu Hutan Apis dorsata pada Hutan Lindung Mangrove Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan (dibimbing oleh YULI ROSIANTY dan BENI RAHMAD). Hutan mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki potensi besar dalam menghasilkan madu hutan dari lebah Apis dorsata. Ekosistem ini menyediakan sumber pakan yang mendukung perkembangan koloni lebah, terutama saat musim berbunga. Madu mangrove yang dihasilkan berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar jika dikelola dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan kualitas madu mangrove agar memenuhi standar mutu dan layak dipasarkan. Penelitian telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Sungai Lumpur yang mencakup Desa Simpang Tiga Abadi dan Desa Simpang Tiga Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Metode pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data potensi usaha pengunduhan madu dikumpulkan melalui wawancara dengan responden yakni para pengunduh madu menggunakan metode purposive sampling, sedangkan uji kualitas madu dilakukan melalui uji organoleptik dan uji laboratoris. Sampel madu meruypakan produk madu yang diunduh dari lokasi penelitian dan diuji di Balai Besar Indutri Agro Bogor untuk dibandingkan dengan standar peredaran madu menggunakan SNI 8664:2018. Analisis potensi usaha pengunduhan madu hutan Apis dorsata di Hutan Lindung Mangrove Sungai Lumpur menunjukkan bahwa masyarakat sekitar memanen madu secara musiman dengan metode tradisional, yang menjadi keunggulan karena menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Sarang lebah biasanya ditemukan di pohon tinggi dan hanya bagian yang berisi madu yang diambil, sehingga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan koloni lebah. Namun, produktivitas madu masih tergolong rendah, sekitar 1–2 kg per sarang, dengan total produksi tahunan sekitar 6 kuintal, yang menjadi salah satu kelemahan dalam aspek kuantitas hasil. Dari sisi kualitas, hasil uji organoleptik menunjukkan aroma dan rasa khas madu yang sesuai standar, menjadi nilai unggul dari produk ini. Sementara itu, hasil uji laboratorium menunjukkan sebagian besar parameter mutu memenuhi SNI, kecuali kadar air, gula pereduksi, dan kandungan enzim diastase yang belum sesuai, menjadi indikator kelemahan pada aspek mutu. Belum terpenuhnya indikator ini dipengaruhi oleh kelembapan tinggi, teknik panen yang kurang selektif, serta penyimpanan yang terlalu lama. Oleh karena itu, peningkatan mutu dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian pakan lebah, menerapkan panen lestari, dan memperbaiki teknik pengolahan pascapanen yang lebih higienis, sehingga potensi madu hutan ini dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Yuli Rosianty S.Hut. M.Si 2. Dr, Beni Rahmad S.Hut.M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | SONYA RAHMA PRADITA, Analisis Potensi dan Kualitas Madu Hutan Apis dorsata pada Hutan Lindung Mangrove Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan (dibimbing oleh YULI ROSIANTY dan BENI RAHMAD). Hutan mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki potensi besar dalam menghasilkan madu hutan dari lebah Apis dorsata. Ekosistem ini menyediakan sumber pakan yang mendukung perkembangan koloni lebah, terutama saat musim berbunga. Madu mangrove yang dihasilkan berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar jika dikelola dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan kualitas madu mangrove agar memenuhi standar mutu dan layak dipasarkan. Penelitian telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Sungai Lumpur yang mencakup Desa Simpang Tiga Abadi dan Desa Simpang Tiga Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Metode pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data potensi usaha pengunduhan madu dikumpulkan melalui wawancara dengan responden yakni para pengunduh madu menggunakan metode purposive sampling, sedangkan uji kualitas madu dilakukan melalui uji organoleptik dan uji laboratoris. Sampel madu meruypakan produk madu yang diunduh dari lokasi penelitian dan diuji di Balai Besar Indutri Agro Bogor untuk dibandingkan dengan standar peredaran madu menggunakan SNI 8664:2018. Analisis potensi usaha pengunduhan madu hutan Apis dorsata di Hutan Lindung Mangrove Sungai Lumpur menunjukkan bahwa masyarakat sekitar memanen madu secara musiman dengan metode tradisional, yang menjadi keunggulan karena menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Sarang lebah biasanya ditemukan di pohon tinggi dan hanya bagian yang berisi madu yang diambil, sehingga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan koloni lebah. Namun, produktivitas madu masih tergolong rendah, sekitar 1–2 kg per sarang, dengan total produksi tahunan sekitar 6 kuintal, yang menjadi salah satu kelemahan dalam aspek kuantitas hasil. Dari sisi kualitas, hasil uji organoleptik menunjukkan aroma dan rasa khas madu yang sesuai standar, menjadi nilai unggul dari produk ini. Sementara itu, hasil uji laboratorium menunjukkan sebagian besar parameter mutu memenuhi SNI, kecuali kadar air, gula pereduksi, dan kandungan enzim diastase yang belum sesuai, menjadi indikator kelemahan pada aspek mutu. Belum terpenuhnya indikator ini dipengaruhi oleh kelembapan tinggi, teknik panen yang kurang selektif, serta penyimpanan yang terlalu lama. Oleh karena itu, peningkatan mutu dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian pakan lebah, menerapkan panen lestari, dan memperbaiki teknik pengolahan pascapanen yang lebih higienis, sehingga potensi madu hutan ini dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan. |
| Subjects: | Kehutanan > Hasil Hutan Non Kayu |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Kehutanan (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Pertanian |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 04:22 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 04:22 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34421 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
