Hubungan Frekuensi Minum Kopi Susu dengan Munculnya Gejala Gastroesophageal Reflux Disease pada Mahasiswa

Vian Ibni Fathonni, NIM. 702022040 (2025) Hubungan Frekuensi Minum Kopi Susu dengan Munculnya Gejala Gastroesophageal Reflux Disease pada Mahasiswa. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img] Text
702022040_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)
[img] Text
702022040_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (332kB)
[img] Text
702022040_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)
[img] Text
702022040_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (185kB)
[img] Text
702022040_BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (96kB)
[img] Text
702022040_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (146kB)
[img] Text
702022040_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (21MB)
[img] Text
702022040_Cover_sampai_Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (31MB)

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran cerna yang semakin banyak ditemukan pada usia muda, termasuk mahasiswa. Perubahan gaya hidup, khususnya kebiasaan konsumsi kopi, diduga berperan dalam meningkatnya risiko GERD. Kopi susu menjadi salah satu minuman yang sering dikonsumsi mahasiswa karena dianggap dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kelelahan, namun konsumsi berlebihan berpotensi memicu refluks asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi minum kopi susu dengan kejadian GERD pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 161 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data frekuensi konsumsi kopi susu dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian GERD diukur menggunakan kuesioner GERD-Q. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi kopi susu kategori ringan (52,8%), diikuti kategori sedang (29,8%) dan berat (17,4%). Secara umum, kejadian GERD ditemukan pada 39,1% responden, sedangkan 60,9% responden tidak mengalami GERD. Pada kelompok konsumsi kopi susu kategori ringan, mayoritas responden tidak mengalami GERD. Namun, seiring meningkatnya frekuensi konsumsi kopi susu, proporsi responden yang mengalami GERD juga meningkat pada kategori sedang dan pada kategori berat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi minum kopi susu dengan kejadian GERD (p-value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi minum kopi susu dengan kejadian GERD pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. dr. Mitayani, M.Si.Med 2. Dr. drg. Putri Erlyn.,M.Kes
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : kopi susu, frekuensi konsumsi kopi, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), mahasiswa
Subjects: Pendidikan Kedokteran > Penyakit pada sistem pencernaan
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Date Deposited: 07 Jan 2026 03:47
Last Modified: 07 Jan 2026 03:47
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34420

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.