MUHAMMAD ZHAMIR ISLAMI, NIM : 91223033 (2025) PUTUSAN HAK ASUH ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH (Analisis Putusan Pengadilan Agama Lahat Perkara Nomor 977/Pdt.G/2022/PA.Lt). Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
91223033_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (782kB) |
||
|
Text
Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (793kB) |
||
|
Text
Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (14kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (264kB) |
||
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (604kB) |
||
|
Text
91223033_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Putusan Hak Asuh Anak Yang Belum Mumayyiz Kepada Ayah (Analisis Putusan Pengadilan Agama Lahat Perkara Nomor 977/Pdt.G/2022/PA.Lt) Oleh MUHAMMAD ZHAMIR ISLAMI Putusan hak asuh anak yang belum mumayyiz atau berusia di bawah 12 tahun umumnya jatuh kepada ibu sesuai dengan ketentuan Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam yang menyebutkan bahwa “apabila terjadi perceraian pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum 12 tahun adalah hak ibunya”, putusan Pengadilan Agama Lahat Perkara Nomor 977/Pdt.G/2022/PA.Lt menjatuhkan hak asuh anak yang belum mumayyiz kepada ayah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Lahat tentang pemberian hak asuh dalam putusan perkara Nomor 977/Pdt.G/2022/PA.Lt? dan Bagaimana penerapan putusan hak asuh dalam putusan Pengadilan Agama Lahat Nomor 977/Pdt.G/2022/PA.Lt? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif-empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pertimbangannya hakim tunggal tidak menerapkan ketentuan Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam, dan lebih mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Tiga pertimbangan hakim tunggal telah mencerminkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak yaitu: anak tersebut selama orang tuanya pisah tempat tinggal, ikut dan berada dalam asuhan ayahnya; anak tersebut mengaku lebih senang tinggal dengan ayahnya; dan penyebab perceraian yang diakui sendiri oleh ibunya salah satunya adalah karena ibunya telah selingkuh dengan laki-laki lain. Amar Putusan yang menetapkan hak asuh anak kepada ayah telah terlaksana, sejak orantuanya bercerai anak tetap berada dalam asuhan ayahnya. Sedangkan amar yang mewajibkan pemegang hadhanah/hak asuh untuk memberi akses kepada orang tua yang tidak memegang hadhanah/hak asuh untuk bertemu dengan anaknya, pada kenyataannya penggugat (ibu) sebagai pihak yang tidak mendapat hak asuh anak selama ini jarang bertemu dengan anak karena suami penggugat cemburu bila penggugat menemui tergugat untuk meminta izin bertemu dan membawa anak, jika bertemu di jalan anak terlihat ketakutan dan terus berlari, namun belakangan anak merasa senang bertemu ibunya dan tidak lagi terlihat ketakutan. Kata kunci: Putusan, Hak asuh anak, mumayyiz.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Bapak Dr. H. KN, Sofyan Hasan, S.H. M.H. 2. Abdul Latif Mahfuz, S.H., M.Kn. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Putusan, Hak asuh anak, mumayyiz. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | Program Pasca Sarjana > Hukum (S2) |
| Depositing User: | Irwan syah |
| Date Deposited: | 03 Jan 2026 02:27 |
| Last Modified: | 03 Jan 2026 02:27 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34364 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
