ANALISIS PUTUSAN KASASI JESSICA KUMALA WONGSO TANPA DILAKUKAN OTOPSI MENYELURUH (STUDI PUTUSAN NOMOR 498K/PID/ 2017)

M. PASYA RAHMATULLAH, 91222061 (2025) ANALISIS PUTUSAN KASASI JESSICA KUMALA WONGSO TANPA DILAKUKAN OTOPSI MENYELURUH (STUDI PUTUSAN NOMOR 498K/PID/ 2017). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img] Text
91222061.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Analisis Putusan Kasasi Jessica Kumala Wongso Tanpa Dilakukan Otopsi Menyeluruh (Studi Putusan Nomor 498K/PID/ 2017. Dalam Putusan No. 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst sebelumnya memang yang jadi pertimbangan Hakim yaitu hanya hasil pemeriksaan sampel lambung dan para saksi saja. Hal inilah yang digugat oleh pihak Jessica kenapa tidak dilakukan otopsi menyeluruh untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian daripada Mirna Salihin. Tidak dilakukannya otopsi secara menyeluruh menyebabkan kasus kematian Mirna dan putusan hukum terhadap Jessica masih menjadi kontroversi. Atas alasan itulah penulis bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Putusan Kasasi Jessica Kumala Wongso Tanpa Dilakukan Otopsi Menyeluruh (Studi Putusan Nomor 498K/PID/ 2017 dalam penelitian ini. Bagaimana tinjauan yuridis mengenai vonis hukuman Jessica Kumala Wongso dimana korban tidak dilakukan otopsi menyeluruh (Studi Putusan Nomor 498K/PID/ 2017)?, Bagaimana tinjauan sosiologi mengenai vonis hukuman Jessica Kumala Wongso dimana korban tidak dilakukan otopsi menyeluruh (Studi Putusan Nomor 498K/PID/ 2017)?. Penelitian menggunakan metode penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder belaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tinjauan Yuridis Mengenai Vonis Hukuman Jessica Kumala Wongso menunjukkan bahwa mayat Mirna Salihin tidak dilakuklan otopsi menyeluruh namun otopsi sebagian dengan mengambil sampel dari organ tertentu dalam hal ini salah satunya lambung untuk memastikan terpapar racun sianida atau tidak dan hasilnya memang terpapar racun sianida, dan hasil pemeriksaan tersebut, meskipun tidak dilakukan otopsi menyeluruh dengan melakukan pembedahan seluruh tubuh, namun sudah cukup untuk memperkuat keputusan hakim dalam menjatuhkan pidana 20 tahun kepada Jesica Kumala Wongso. Maka dalam hal ini otopsi menyeluruh atau sebagian sama saja terhadap keputusan hakim, karena otopsi dilakukan sesuai dengan kebutuhan, ketika hakim menganggap hasil otopsi sebagian sudah mencukupi sebagai alat bukti, maka tidak perlu dilakukan otopsi menyeluruh. Pendekatan sosiologis dalam menganalisis vonis Jessica Kumala Wongso membantu memahami bagaimana keadilan diterima dan dipersepsikan dalam konteks sosial yang lebih luas. Ini melibatkan mempertimbangkan bagaimana nilai-nilai budaya dan norma sosial membentuk pandangan terhadap keputusan hukum, serta bagaimana status sosial dan media mempengaruhi persepsi publik. Dengan melihat semua faktor ini secara bersamaan, tinjauan sosiologi memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang dampak dari kasus ini pada individu dan komunitas yang terlibat. Media dan opini publik sangat berperan besar dalam mempengaruhi cara berpikir masyarakat.. Kata Kunci: Otopsi, Tindak Pidana Pembunuhan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. Dr. Ruben Achmad, S.H., M.H 2. Dr. Abdul Latief Mahfus, S.H., M.Kn
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Otopsi, Tindak Pidana Pembunuhan
Subjects: Ilmu Hukum > Konflik Hukum
Divisions: Program Pasca Sarjana > Hukum (S2)
Depositing User: Dwi Augustiana
Date Deposited: 26 Mar 2025 01:15
Last Modified: 26 Mar 2025 01:15
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/30077

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.