UJI EFEKTIVITAS JAMUR Beauveria bassiana DENGAN PEMURNIAN KEMBALI PADA SERANGGA (PASSAGE INSECT) TERHADAP MORTALITAS LARVA Aedes albopictus

Pingkan Ayu Putri Arta, 702021012 (2025) UJI EFEKTIVITAS JAMUR Beauveria bassiana DENGAN PEMURNIAN KEMBALI PADA SERANGGA (PASSAGE INSECT) TERHADAP MORTALITAS LARVA Aedes albopictus. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img] Text
702021012.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh Aedes albopictus, dalam pengendalian nyamuk ini diperlukan beberapa metode diantaranya pengendalian biologi menggunakan insektisida hayati dari musuh alami yaitu Beauveria bassiana yang membentuk spora tahan lama di alam, namun saat penggunaan di lapangan virulensinya mudah menurun sehingga diperlukan metode pemurnian kembali pada serangga untuk meningkatkan dan mempertahankan virulensi spora B. bassiana. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas jamur B. bassiana hasil pemurnian kembali pada serangga terhadap mortalitas larva Ae. albopictus. Desain penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian menggunakan Analisis data ANOVA dengan uji BNJ taraf kepercayaan 5% pada hasil yang berbeda nyata. Analisis statistik menggunakan software R studio. Penelitian ini menggunakan 30 ekor larva Ae. albopictus dari Labkesmas Baturaja dan jamur B. bassiana dengan pemurnian kembali pada serangga Tenebrio molitor menggunakan konsentrasi 1 x 106 , 1 x 108 , 1 x 1010, dan 1 x 106 tanpa pemurnian kembali sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi spora 1 x 1010 jamur B. bassiana dengan pemurnian kembali merupakan konsentrasi paling efektif dalam menyebabkan mortalitas larva Ae. albopictus sebesar 96,67%. LT50 (Lethal Time 50%) dan LT95 pada kematian larva Ae. albopictus tersingkat adalah 4,59 hari dan 8,86 hari pada konsentrasi 1 x 1010 spora/mL. LC50 (Lethal Consentration 50%) dan LC90 pada larva Ae. albopictus masing-masing sebesar 3,0 x 108 spora/mL dan 1,13 x 1010 spora/mL. Kesimpulannya bahwa B. bassiana dengan pemurnian kembali pada serangga berpotensi sebagai agen pengendali hayati karena menyebabkan kematian yang tinggi pada larva Ae. albopictus. Kata kunci: Aedes albopictus, Beauveria bassiana, DHF, Entomopatogen, Passage Insect

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. Dr. Indri Ramayanti, S.Si, M.Sc 2. dr. Zainora
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Aedes albopictus, Beauveria bassiana, DHF, Entomopatogen, Passage Insect
Subjects: Pendidikan Kedokteran > Parasit
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter (S1)
Depositing User: Dwi Augustiana
Date Deposited: 19 Mar 2025 04:02
Last Modified: 19 Mar 2025 04:02
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/29992

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.