Muhammad iqbal ardiansyah, NIM 502022426P (2024) tinjauan hukum terhadap perjanjian kerja dengan jaminan ijazah pekerja. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]() |
Text
502022426.P_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (492kB) |
![]() |
Text
502022426.P_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (348kB) |
![]() |
Text
502022426.P_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (320kB) |
![]() |
Text
502022426.P_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
![]() |
Text
502022426.P_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
![]() |
Text
502022426.P_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
![]() |
Text
502022426.P_Cover_Sampai_Lampiran Selesai fix_compressed (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
pentingnya peran pekerja dalam pembangunan nasional menuntut adanya pembangunan sektor ketenagakerjaan yang memperhatikan partisipasi pekerja serta meningkatkan perlindungan mereka sesuai dengan prinsip kemanusiaan. Diperlukan regulasi yang komprehensif untuk menghormati hak-hak pekerja dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis dan masyarakat. perlindungan hukum bagi pekerja bertujuan untuk menjamin hak-hak mereka, memastikan kesetaraan peluang, dan mencegah diskriminasi. meskipun terdapat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, masih adakekosongan hukum yang memungkinkan praktik penahanan ijazah oleh perusahaan, sehingga perlu dilakukan klarifikasi peraturan untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang. Praktik penahanan ijazah pekerja dalam perjanjian kerja mengundang kontroversi karena kekosongan hukum yang ada. meskipun demikian, dalam kerangka hukum perjanjian yang sah, praktik penahanan ijazah dapat dianggap sah selama sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku danb disepakati oleh kedua belah pihak. Diperlukan kehati-hatian bagi calon pekerja dalam memeriksa isi perjanjian, termasuk klausul penahan ijazah, untuk menghindari masalah di masa depan. selain itu, pihak yang melanggar perjanjian harus menanggung konsekuensi hukum, termasuk kemungkinan pembatalan perjanjian, tuntutan ganti rugi, atau pemenuhan kontrak disertai dengan tuntutan ganti rugi. metode rugi, atau pemenuhan kontrak disertai dengan tuntutan ganti rugi. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan fokus pada klausul penahanan ijazah pekerja dalam perjanjian kerja. Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer sepert Kitab undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Unndang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta bahan hukum sekunder seperti jurnal hukum, buku hukum, dan tulisan ilmiah. Data akan dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif untuk merumuskan kesimpulan yang spesifik terhadap permasalahan yang diteliti.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Additional Information: | Pembimbing : 1. Yudistira Rusydi, SH.,M.Hum 2. Desni Raspita,SH.,MH |
Uncontrolled Keywords: | Perjanjian kerja dengan jaminan ijazah |
Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
Date Deposited: | 13 Mar 2025 05:36 |
Last Modified: | 13 Mar 2025 05:36 |
URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/29936 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |