LUTFIYAH AZIYATI, 91222049 (2024) UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI UNIT PELAYANAN PEREMPUAN DAN ANAK (UNIT PPA) KEPOLISIAN RESOR PRABUMULIH. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]() |
Text
91222049.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kekerasan dalam masyarakat tampak semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya,diantara jenis-jenis kekerasan yang terjadi adalah kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan jenis ini mempunyai akar yang dalam, karena faktor budaya yang menepatkan perempuan pada posisi yang timpang dalam hubungannya dengan laki-laki.Upaya memberikan keadilan dan perlindungan hukum korban kekerasan dalam rumah tangga terutama yang menjadi korban adalah perempuan dan anak melalui pembentukan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sangat diperlukan dan ternyata belum memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum meskipun aparatur penegak hukum khususnya kepolisian telah melakukan tindakan represif dan preventif terhadap tindakkekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik menggunakan saran penal maupun sarana non penal yang juga menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Pemasalahan tesis ini adalah bagaimana upaya penanggulangan kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Kepolisian Resor Prabumulih dan faktor-faktor apa saja yang menghambat upaya penanggulangan kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Kepolisian Resor Prabumulih. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris yang menggunakan data lapangan dan sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis. Hasil penelitiannya adalah bahwa Unit PPA Polres Prabumlih dalam upaya penanggulangantindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Prabumulih, yakni dengan melakukan dua macam penyelesaian, yaitu dengan menggunakan sarana penal atau melalui jalur hukum pidana dan di luar jalur hukum atau sarana non penal, yakni dengan pendekatan musyawarah mufakat antar pelaku dan korban atau juga melalui pendekatan keadilan restoratif. Sedangkan faktor-faktor yang merupakan kendalanya adalah minimnya saksi yang didapat pihak kepolisian (faktor aparat penegak hukum), sementara dari pihak korban itu sendiri yang tidak segera melaporkan kejadian yang telah menimpanya dan dari pihak keluarga yang enggan melaporkan kejadian kekerasan yang terjadi dikarenakan si pelaku sendiri adalah merupakan satu keluarga (faktor budaya masyarakat). Selain itu pihak masyarakat justeru bersikap acuh tak acuh terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disebabkan anggota masyarakat enggan ikut campur masalah dalam sebuah keluarga (faktor kesadaran hukum masyarakat). Kata Kunci : Penegakan Hukum, Kepolisian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Additional Information: | 1. Dr. H. Ruben Achmad, S.H.,M.H 2. Dr. Martini, S.H., M.H. |
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Penegakan Hukum, Kepolisian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. |
Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Keluarga dan Perkawinan |
Divisions: | Program Pasca Sarjana > Hukum (S2) |
Depositing User: | Dwi Augustiana |
Date Deposited: | 13 Mar 2025 05:07 |
Last Modified: | 13 Mar 2025 05:07 |
URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/29929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |