APLIKASI METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) TERHADAP KONDISI EKOLOGI UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PENGELOLAAN KAWASAN TAMAN NASIONAL SEMBILANG, KAWASAN PANTAI TIMUR SUMATERA SELATAN

Yetty Hastiana, Yetty (2013) APLIKASI METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) TERHADAP KONDISI EKOLOGI UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PENGELOLAAN KAWASAN TAMAN NASIONAL SEMBILANG, KAWASAN PANTAI TIMUR SUMATERA SELATAN. [Experiment] (Submitted)

[img]
Preview
Text
3_Laporan Penelitian AHP ekosistem mangrove TNSS_LPPM UM P_2013_yetty_compressed.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ekosistem mangrove dikenal sebagai pensubsidi energi, potensi mangrove yang menawarkan begitu banyak manfaat, menyebabkan keberadaannya tidak sepi dari pengrusakan. Lahan basah daerah pesisir (coastal lowlands) adalah tipe lahan basah yang potensial untuk dikembangkan, namun dalam pengembangannya memerlukan pertimbangan efek global. Coastal lowlands merupakan ekosistem yang sering terdegradasi, penyebabnya adalah faktor alam diperluas faktor manusia. Pada beberapa daerah, penyebab degradasi adalah kenaikan muka air laut (global warming efect), depresi sedimen dan perubahan hidrologis. Indonesia termasuk dalam kawasan di Asia Pasifik yang mempunyai lahan basah dengan biodiversity ekosistem mangrove tinggi, salah satunya berada di Sumatera Selatan. Meskipun sebagian kawasan ekosistem mangrove KPTSS telah termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Sembilang, namun tekanan terhadap kawasan ini terus meningkat. Salah satu bentuk aktivitasnya antara lain: pemanfatan hasil hutan dan perubahan laju alih fungsi hutan menjadi: lahan budidaya, tambak, kawasan industri, pengembangan infrastruktur (pelabuhan); pengembangan kawasan kota pesisir pantai (coastal city). Terganggunya ekosistem mangrove mempengaruhi keseimbangan ekosistem, dalam skala global berdampak pada punahnya biodiversity teresterial dan aquatik, yang akhirnya berdampak pada kehidupan masyarakat. Melihat kemungkinan munculnya berbagai konflik, perlu dilakukan kajian pengelolaan melalui penerapan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis karakteristik ekologi kawasan TN. Sembilang, KPTSS. Pada analisis AHP ini, karakteristik ekologi diturunkan menjadi lima sub kriteria, yaitu: Oceanografi, Biodiversity, Keterkaitan ekosistem, perubahan tutupan lahan dan geomorphology. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis akan diperoleh gradasi nilai yang menunjukkan prioritas pemilihan pola pengelolaan. Prinsipnya pola pengelolaan ekosistem mangrove adalah membangun konsep pengelolaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Konsep tersebut menunjukkan modifikasi pemanfaatan dengan memberikan keuntungan kontinu, sedangkan sifat alami seperti jaring makanan dan proses ekologis tetap terpelihara. Kata Kunci: Analytic Hierarchy Process (AHP) , karakteristik ekologi, pengelolaan ekosistem mangrove, Taman Nasional Sembilang, KPTSS.

Item Type: Experiment
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Divisions: PPS Pendidikan Biologi (S2)
Depositing User: Dr. Yetty Hastiana M.Si
Date Deposited: 29 May 2023 00:48
Last Modified: 29 May 2023 00:48
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/25527

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.