HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN SUSU FORMULA DAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG TAHUN 2012

RENI APRILIANA, NIM. 702008024 (2012) HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN SUSU FORMULA DAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG TAHUN 2012. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI495-1705048312.pdf

Download (14MB) | Preview

Abstract

Angka kejadian diare pada bayi tahun 2010 masih cukup tinggi yang rata-rata disebabkan oleh infeksi. Kerentanan bayi terhadap infeksi kemungkinan berhubungan dengan cara pemberian susu formula, maka peneliti ingin meneliti hubungan antara pemberian susu formula dan kejadian diare pada anak usia 7-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian susu formula dan kejadian diare pada anak usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan case-control yang melaporkan persentase hubungan antar jenis pemilihan susu, cara pembuatan susu formula dan cara pemberian susu formula dengan kejadian diare. Populasi penelitian ini adalah anak usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2012 dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi dengan menggunakan program Statistic yang sesuai. Hasil penelitian ditemukan bahwa pemilihan jenis susu dan kejadian diare dengan persentase sebesar P (0,480) OR 1,367 (95%CI; 0,682-2,740), cara pembuatan dan kejadian diare dengan persentase sebesar P (0,008) OR 2,609 (95%C1; 1,332-5,107), cara pemberian dan kejadian diare dengan persentase sebesar P (0,004) OR 2,812 (95%CI; 1,423-5,556). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara cara pembuatan susu dan kejadian diare adalah terbukti. OR 2.609 (1,423-5,556) yang berarti cara pembuatan susu formula yang tidak baik dan kejadian diare merupakan faktor resiko yang kuat (OR > 1) yaitu mempunyai risiko 2.6 kali lebih besar untuk terjadinya penyakit diare dibandingkan dengan cara pembuatan susu formula yang baik. Hubungan antara cara pemberian susu dan kejadian diare adalah terbukti. OR 2,812 (1,423-5,556) yang berarti cara pemberian susu formula yang kurang baik dan kejadian diare merupakan faktor resiko yang kuat (OR > I) yaitu mempunyai resiko 2,8 kali lebih besar untuk terjadinya penyakit diare dibandingkan dengan cara pemberian susu formula yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing, 1. dr. Achmad Ridwan MO, M.Sc. 2. dr. Yesi Astri, M.Kes.
Uncontrolled Keywords: angka kejadian diare, susu formula
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter (S1)
Depositing User: Irwan syah
Date Deposited: 30 Oct 2018 00:41
Last Modified: 30 Oct 2018 00:41
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/669

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.