PENETAPAN HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN TANPA PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DI DESA TELOKO (Studi Kasus :Desa Teloko Kec Kayuagung Kab,OKI)

OLIVIA, NIM.632022011 (2026) PENETAPAN HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN TANPA PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DI DESA TELOKO (Studi Kasus :Desa Teloko Kec Kayuagung Kab,OKI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.

[img] Text
632022011_COVER_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (972kB)
[img] Text
632022011_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (456kB)
[img] Text
632022011_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (193kB)
[img] Text
632022011_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (467kB)
[img] Text
632022011_BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (118kB)
[img] Text
632022011_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (185kB)
[img] Text
632022011_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (326kB)
[img] Text
632022011_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Olivia 632022011“Penetapan Hak Asuh Anak pasca Perceraian Tanpa pututusan Pengadialan Agama Di Desa Teloko” Rumusan masalah penelitian ini Bagaimana penetapan hak asuh anak pasca perceraian tanpa putusan Pengadilan Agama di Desa Teloko Apa saja faktor-faktor yang mendorong masyarakat Desa Telokomemilih penyelesaian hak asuh di luar jalur formal Pengadilan agama Bagaimana solusi untuk mengoptimalkan perlindungan hak anak dalam penetapan hak asuh pasca perceraian di Desa Teloko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ,Adapun alat pegympulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan dokumentasi ,jenis dan sumber yang digunakan adalah data primer dan skunder Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatifdenga catatan lapangan ,wawancara dan sumber lainya. Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan suami istri, tetapi juga berdampak pada hak asuh anak. Secara hukum, penetapan hak asuh anak seharusnya dilakukan melalui Pengadilan Agama agar memiliki kepastian hukum. Namun, masyarakat Desa Teloko masih banyak yang menyelesaikan hak asuh anak melalui kesepakatan keluarga tanpa putusan pengadilan. Cara ini dinilai lebih mudah dan cepat, tetapi berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penetapan hak asuh anak pasca perceraian tanpa putusan Pengadilan Agama di Desa Teloko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan hak asuh anak di Desa Teloko dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua orang tua melalui musyawarah keluarga tanpa putusan Pengadilan Agama. Praktik ini dianggap lebih sederhana, tetapi belum memberikan kepastian hukum. Faktor pendukungnya adalah adanya kesepakatan orang tua, penyelesaian secara kekeluargaan, dan keinginan menghindari proses persidangan. Adapun faktor penghambatnya meliputi kurangnya kepastian hukum, potensi perselisihan di kemudian hari, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penetapan hak asuh melalui Pengadilan Agama

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Dosen pembimbing I : Dr. Rulitawati.S.Ag., M.Pd.I II : Rijalush Shalihin, S.E.I.,M.H.I
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: hak asuh anak, perceraian, Pengadilan Agama, Desa Teloko.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Waris
Divisions: Fakultas Agama Islam > Hukum Islam (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Agama Islam
Date Deposited: 21 Oct 2026 04:48
Last Modified: 21 Oct 2026 04:48
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/37971

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.