Mekanisme Proses Pembuktian Forensik Visum Et Repertum Pada Perkara Sodomi Anak Bermotif Power Oriented di Polda Sumatera Selatan

Rahmatika Zahra Al Jannah, 502022332 (2026) Mekanisme Proses Pembuktian Forensik Visum Et Repertum Pada Perkara Sodomi Anak Bermotif Power Oriented di Polda Sumatera Selatan. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022332_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
502022332_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (604kB)
[img] Text
502022332_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (648kB)
[img] Text
502022332_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (579kB)
[img] Text
502022332_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (517kB)
[img] Text
502022332_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (954kB)
[img] Text
502022332_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia menjadi perhatian serius seiring dengan meningkatnya jumlah kasus serta semakin beragamnya pola kejahatan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme proses pembuktian forensik melalui Visum et Repertum dalam penanganan perkara sodomi anak bermotif power oriented di Polda Sumatera Selatan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembuktian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis, yang mengombinasikan data primer melalui wawancara dengan penyidik dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, serta jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembuktian forensik dimulai dari tahap pelaporan, penyelidikan, penyidikan, hingga pemeriksaan medis forensik yang dituangkan dalam Visum et Repertum. Dalam praktiknya, Visum et Repertum memiliki peran yang sangat penting sebagai alat bukti yang objektif untuk membuktikan adanya kekerasan seksual, khususnya dalam perkara yang minim saksi. Pada kasus sodomi anak dengan motif power oriented, proses pembuktian menjadi lebih kompleks karena pelaku umumnya memiliki relasi kuasa terhadap korban, yang berdampak pada keterlambatan pelaporan serta berpotensi menyebabkan hilangnya bukti fisik. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa kendala utama dalam proses pembuktian forensik, yaitu keterbatasan tenaga medis forensik, kurangnya fasilitas pemeriksaan, kondisi psikologis korban yang belum stabil, serta belum optimalnya koordinasi antar lembaga terkait. Kendala-kendala tersebut berpengaruh terhadap kualitas hasil Visum et Repertum dan efektivitas pembuktian di persidangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan sarana dan prasarana forensik, serta penguatan sinergi antar aparat penegak hukum dan tenaga medis guna mendukung optimalisasi pembuktian dalam perkara sodomi anak, khususnya yang bermotif power oriented.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Febrina Hertika Rani S.H., M.H 2. Sarah S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Mekanisme, Pembuktian Forensik, Visum et Repertum, Sodomi Anak, power Oriented.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 13 Oct 2026 06:30
Last Modified: 13 Oct 2026 06:30
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/37822

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.