PERTIWI INDAH SARI, 95224003 (2026) IMPLIKASI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGURANGI BIAS PATRIAKI DI KALANGAN GEN-Z. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah palembang.
|
Text
95224003 Bab 1 - daftar pustaka.pdf - Published Version Download (983kB) | Preview |
|
|
Text
95224003 Bab 2 Pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (417kB) |
||
|
Text
95224003 Bab 3 Pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (254kB) |
||
|
Text
95224003 Bab 4 Pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) |
||
|
Text
95224003 Bab 5 Pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (429kB) |
||
|
Text
95224003 Bab 6 Pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
||
|
Text
95224003 daftar pustaka pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (202kB) |
||
|
Text
95224003 Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
95224003_Fulltext.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian yang berjudul “ Implikasi Nilai Pendidikan Islam dalam mengurangi bias Patriarki di Kalangan Gen-Z, ini bertujuan untuk menganalisis implikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam mendobrak dan menantang budaya patriarki di kalangan guru Generasi Z di SDIT An-Nurriyah Sekayu. Dalam konteks ini, Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki karakter yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus fenomenologis. Subjek penelitian adalah sepuluh guru Generasi Z berusia 24–28 tahun di SDIT An-Nurriyah Sekayu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analitis untuk mengungkap makna esensial dari pengalaman partisipan dalam memahami dan menanggapi budaya patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Generasi Z memiliki pemahaman yang kritis dan moderat tentang budaya patriarki. Mereka menolak praktik patriarki yang merugikan perempuan, namun tetap memahami peran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka keadilan Islam. Nilai tauhid (teologi) menumbuhkan kesadaran spiritual bahwa laki-laki dan perempuan setara di hadapan Tuhan. Nilai 'adl (keadilan) diwujudkan dalam praktik pembelajaran tanpa diskriminasi gender. Nilai kasih sayang menumbuhkan empati dan rasa hormat terhadap martabat manusia, sementara nilai musawah memperkuat kesadaran egaliter dalam hubungan sosial dan pendidikan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam berkontribusi dalam membangun paradigma Islam yang inklusif, adil, dan responsif gender di kalangan guru Generasi Z. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang mampu memperbaiki budaya patriarki melalui pendekatan moderat dan kontekstual terhadap nilai-nilai Al-Qur'an. Dengan demikian, guru Generasi Z berperan sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan pendidikan yang adil, beradab, dan berorientasi pada kesetaraan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Dr.Ani Aryati,S.Ag., M.Pd.I 2. Dr.Azwar Hari., M.Pd.I |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Pendidikan Islam, Budaya Patriarki, Generasi Z, Kesetaraan Gender, Nilai-nilai Islam. |
| Subjects: | Pendidikan Agama Islam > Metode dan Sistem Pendidikan |
| Divisions: | Program Pasca Sarjana > Pendidikan Agama Islam (S2) |
| Depositing User: | Mahasiswa Program Pascasarjana |
| Date Deposited: | 10 Oct 2026 03:34 |
| Last Modified: | 10 Oct 2026 03:34 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/37818 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
