Viotiansyah Ditho, NIM. 312021001 (2026) Analisis Linguistik Forensik Terhadap Tuturan Roy Suryo Atas Legalitas Ijazah Sarjana Jokowi. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
312021001_Cover-BAB I-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
312021001_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (235kB) |
|
|
Text
312021001_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
312021001_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
312021001_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (319kB) |
|
|
Text
312021001_BAB VI.pdf Restricted to Repository staff only Download (176kB) |
|
|
Text
312021001_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (226kB) |
|
|
Text
312021001_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
312021001_Cover-Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menguatnya kasus ijazah palsu mantan presiden ke-7 Joko Widodo. Roy Suryo memberikan pernyataan berupa fakta, data, maupun analisis yang mereka tuturkan. Akan tetapi, seiring berlangsungnya tuduhan yang ia lontarkan, pasti akan adanya konflik yang kian memuncak. Hal yang lebih parah lagi ialah dapat menimbulkan kebohongan, fitnah, ataupun pencemaran nama baik. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengungkap ujaran Roy Suryo mengenai ijazah sarjana Jokowi itu palsu mengandung makna berbohong, fitnah, penghinaan, maupun pencemaran nama baik. Sesuai dengan pelanggaran kode etik dalam berbicara maupun dalam UU, KUHP, dan pasal hukum lain yang berlaku di negara Republik Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Terdapat beberapa tuturan ataupun ujaran Roy Suryo yang melebar ke mana-mana. Bahkan naiknya tudingan ijazah Jokowi hingga ke skripsinya. Tidak berhenti sampai di situ, Roy Suryo juga menuding berbagai pihak, mulai dari personal hingga ke instansi kepolisian dan universitas. Berdasarkan analisis linguistik forensik terhadap empat transkrip debat dengan fokus pada Roy Suryo, ditemukan bahwa bahasa yang digunakan membentuk pola eskalasi dari kecurigaan menuju assertion, tuduhan personal, dan atribusi tanggung jawab. Namun, hasil linguistik forensik merupakan bahan analisis dan indikator kebahasaan, bukan vonis pidana. Memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait mengenai bagaimana bahasa dalam konteks berbicara, dapat membentuk narasi dan opini publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Prof. Dr. Houtman, M.Pd. (Pembimbing 1) Drs. Danto, M.Pd. (Pembimbing 2) |
| Uncontrolled Keywords: | analisis, linguistik forensik, ijazah, Jokowi, Roy Suryo, UUD, ITE |
| Subjects: | Bahasa Indonesia > Linguistik |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Indonesia (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 07:15 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 07:15 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/37342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
