Muhammad Razwa Laska Putra, 502022379 (2026) ANALISIS PENERAPAN NOODWEER EXCES TERHADAP KASUS KEMATIAN PELAKU BEGAL AKIBAT PEMBELAAN DIRI KORBAN (STUDI KASUS DI POLRESTABES PALEMBANG). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
502022379_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
502022379_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (300kB) |
|
|
Text
502022379_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (205kB) |
|
|
Text
502022379_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (91kB) |
|
|
Text
502022379_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
|
|
Text
502022379_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
502022379_COVER SAMPAI LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tindak pidana begal merupakan kejahatan jalanan yang disertai kekerasan dan menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa korban. Dalam kondisi terdesak, korban sering melakukan pembelaan diri yang tidak jarang berujung pada kematian pelaku begal. Kondisi demikian menimbulkan persoalan hukum mengenai dapat atau tidaknya tindakan tersebut dikualifikasikan sebagai pembelaan terpaksa yang melampau atas (noodweer exces) sebagaimana diatur dalam Pasal 49 ayat (2) Kitab Undang Undang Hukum Pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep noodweer exces dalam kasus kematian pelaku begal akibat pembelaan diri korban di wilayah hukum Polrestabes Palembang serta mengetahui pertimbangan hukum aparat penegak hukum dalam menentukan terpenuhinya unsur noodweer exces. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum di Polrestabes Palembang, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan dokumen hukum yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan noodweer exces dalam praktik masih menghadapi kendala, khususnya dalam pembuktian unsur subjektif berupa keguncangan jiwa yang hebat pada korban akibat serangan atau ancaman serangan yang melawan hukum. Aparat penegak hukum pada umumnya menilai berdasarkan kronologi kejadian, tingkat ancaman, alat yang digunakan, serta keterangan saksi. Pertimbangan hukum tidak hanya menitikberatkan pada akibat berupa kematian pelaku begal, tetapi juga pada situasi darurat yang dihadapi korban. Dengan demikian, penerapan noodweer exces memerlukan penilaian yang objektif, proporsional, dan berkeadilan agar korban yang bertindak untuk mempertahankan diri memperoleh perlindungan hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Dr. Martini Idris, S.H., M.H. 2. Ledy Wila Yustini, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Noodweer Exces, Pembelaan Diri, Pelaku Begal, Hukum Pidana. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 06:43 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/37243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
