YOGA PRATAMA SUCIPTO, NIM. 352022002 (2026) AKULTURASI BUDAYA JAWA-MELAYU PADA TANJAK PALEMBANG. Skripsi thesis, FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN.
|
Text
352022002_ Cover_BAB I_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (736kB) |
|
|
Text
352022002_BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (464kB) |
|
|
Text
352022002_BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (354kB) |
|
|
Text
352022002_BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (896kB) |
|
|
Text
352022002_BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (241kB) |
|
|
Text
352022002_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (285kB) |
|
|
Text
352022002_LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
352022002_Cover_Sampai_Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui Akulturasi Budaya Jawa-Melayu pada Tanjak Palembang sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Palembang. Rumusan masalah : (1) Bagaimana latar belakang sejarah Tanjak Palembang? (2) Bagaimana akulturasi budaya Jawa-Melayu pada Tanjak Palembang? (3) Bagaimana makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi pemakaian Tanjak Palembang? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan: historis, antropologi budaya, sosiologi, dan budaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan Analisa data melalui tahapan Reduksi data penyajian data dan Kesimpulan : (1) Latar belakang sejarah Tanjak Palembang yaitu telah dikenal sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan berkembang pesat pada masa Kesultanan Palembang Darussalam sebagai bagian dari pakaian adat laki-laki, khususnya bagi kalangan bangsawan, sultan, dan pejabat kerajaan. Pada masa tersebut, tanjak tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, dan kedudukan sosial. Seiring perkembangan zaman, penggunaan tanjak tidak lagi terbatas pada lingkungan kerajaan, melainkan digunakan oleh masyarakat umum dalam berbagai kegiatan adat, budaya, pernikahan, dan acara resmi pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa tanjak tetap bertahan sebagai identitas budaya masyarakat Palembang hingga saat ini (2) Akulturasi budaya Jawa dan Melayu pada Tanjak Palembang terlihat pada bentuk, bahan, dan cara pemakaiannya. Pengaruh Melayu tetap menjadi dasar utama dalam bentuk dan nilai adat tanjak, sementara budaya Jawa memberikan pengaruh pada penggunaan kain batik, motif, serta beberapa unsur tata busana. Akulturasi ini terjadi melalui perdagangan, interaksi sosial, dan kedatangan priyayi Demak ke Palembang. Hasilnya adalah terbentuknya identitas budaya khas Palembang yang memadukan unsur Jawa dan Melayu tanpa menghilangkan budaya asli setempat. Tanjak Palembang menjadi simbol keberhasilan masyarakat Palembang dalam mengadaptasi budaya luar serta mempertahankan warisan budaya lokal. (3) Makna simbolik dan nilai budaya dalam tradisi pemakaian Tanjak Palembang mencerminkan nilai religius, status sosial, adat istiadat, dan identitas budaya masyarakat Melayu Palembang. Tanjak tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, ketaatan terhadap nilai agama, serta penghormatan terhadap adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, tanjak merupakan bagian penting dari jati diri budaya Palembang yang membedakannya dari budaya Melayu daerah lain. Oleh karena itu, pelestarian Tanjak Palembang terus dilakukan sebagai upaya menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Saran : Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang Tanjak Palembang pada aspek lain, seperti perbedaan bentuk dan makna tanjak Palembang dengan tanjak di daerah lain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : I. Dr. Apriana, M. Hum II. Dr. Yuliarni, S.Pd., M. Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Akulturasi, Jawa-Melayu, Tanjak Palembang |
| Subjects: | Dokumen FKIP > Prodi Sejarah |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 06:17 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 06:17 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
