RAMA DWIVA JUNIOR, NIM : 502019188 (2025) TANGGUNG JAWAB HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENCEMARAN UDARA AKIBAT ASAP PEMBAKARAN LAHAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.
|
Text
502019188_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (990kB) |
|
|
Text
502019188_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (511kB) |
|
|
Text
502019188_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (400kB) |
|
|
Text
502019188_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
|
Text
502019188_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (240kB) |
|
|
Text
502019188_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (427kB) |
|
|
Text
502019188_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK TANGGUNG JAWAB HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENCEMARAN UDARA AKIBAT ASAP PEMBAKARAN LAHAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP RAMA DWIVA JUNIOR Lingkungan hidup yang mencakup tanah, air, udara dan kekayaan alam beserta kehidupan didalamnya adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa dan rakyat Indonesia, karunia tersebut seringkali dirusak oleh ulah individu maupun korporasi pelaku pembakaran lahan yang tidak bertanggung jawab, baik itu untuk kepentingan pribadi maupun perusahaan yang menyebabkan lingkungan hidup menjadi rusak, udara menjadi tercemar, masyarakat ikut terdampak dari asap yang akan menimbulkan berbagai penyakit antara lain adalah penyakit saluran pernapasan (ISPA). Adapun permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pengaturan hukum terkait pencemaran udara yang disebabkan dari asap pembakaran lahan menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan (2) Bagaimanakah pertanggungjawaban hukum bagi pelaku tindak pidana pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap dari pembakaran lahan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ?. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif dengan pendekatan library research. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa, proses hukum terkait peristiwa pidana pembakaran lahan di Kabupaten Ogan Ilir yang terjadi pada tahun 2024 yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara di Kabupaten Ogan Ilir dan sekitarnya tidak ada proses hukum oleh aparat penegak hukum baik Polres Ogan Ilir maupun Polda Sumsel atas peristiwa pidana tersebut. Tidak ada satupun pelaku baik itu individu mapun korporasi yang diproses secara hukum, hal ini disebabkan minimnya pengawasan, sulitnya mengidentifikasi sumber awal titik api sehingga aparat penegak hukum kesulitan mendapatkan alat bukti untuk menentukan siapa pelaku pembakaran atau siapa yang harus dipersalahkan terhadap peristiwa pembakaran lahan tersebut. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada pihak Kepolisian untuk lebih serius lagi menangani peristiwa kebakaran lahan dan lebih konsisten lagi menerapkan aturan hukum yang berlaku. Kepada pemerintah Kabupaten Ogan Ilir agar dapat lebih proaktif lagi mencegah kebakaran lahan dengan memaksimalkan pengalokasian sumber daya dan dana yang ada. Kata kunci: Tanggung Jawab Hukum, Pelaku Tindak Pidana, Pembakaran Lahan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1. Dr. Helwan Kasra, S.H., M.Hum 2. Dea Justicia Ardha, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tanggung Jawab Hukum, Pelaku Tindak Pidana, Pembakaran Lahan. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:55 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:55 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
