ALMAR HAZIZAH, NIM. 352022010 (2026) PELAKSANAAN SISTEM KOLONIAL LIBERAL DI PALEMBANG 1870 – 1900. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.
|
Text
352022010_ Cover_BAB I_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (825kB) |
|
|
Text
352022010_ BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (478kB) |
|
|
Text
352022010_ BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (557kB) |
|
|
Text
352022010_ BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (533kB) |
|
|
Text
352022010_ BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (357kB) |
|
|
Text
352022010_ Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (380kB) |
|
|
Text
352022010_ Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
352022010_ Cover_Sampai_Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui tentang Pelaksanaan Sistem Kolonial Liberal di Palembang Tahun 1870–1900. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apa yang melatarbelakangi diberlakukannya sistem kolonial liberal di Palembang? (2) Bagaimana bentuk kebijakan pemerintah kolonial dalam membuka investasi swasta di Palembang? (3) Bagaimana peran pemerintah kolonial dan elite lokal dalam pelaksanaan sistem kolonial liberal di Palembang? (4) Bagaimana dampak pelaksanaan sistem kolonial liberal terhadap kehidupan politik, ekonomi dan sosial masyarakat Palembang? Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode historis yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur sejarah, arsip kolonial serta kajian ilmiah yang relevan dengan perkembangan kolonialisme liberal di Sumatera Selatan. Proses analisis dilakukan dengan menafsirkan fakta-fakta sejarah secara kritis untuk melihat hubungan sebab akibat dalam perkembangan sistem kolonial liberal di Palembang. Kesimpulan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang diberlakukannya sistem kolonial liberal di Palembang tidak terlepas dari perubahan kebijakan ekonomi pemerintah Belanda setelah mendapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan sistem tanam paksa (cultuurstelsel). Pemberlakuan Agrarische Wet 1870 menjadi dasar hukum bagi masuknya modal swasta ke Hindia Belanda, termasuk Palembang. Selain itu, potensi sumber daya alam yang melimpah, letak geografis yang strategis serta keberadaan jaringan Sungai Musi sebagai jalur transportasi utama menjadikan Palembang sebagai wilayah yang menarik bagi pengembangan investasi swasta dan perkebunan kolonial.(2) Bentuk kebijakan pemerintah kolonial terhadap pembukaan investasi swasta di Palembang diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang luas kepada perusahaan-perusahaan swasta Eropa untuk menyewa dan mengelola lahan dalam jangka panjang. Kebijakan tersebut didukung oleh penerapan Agrarische Wet 1870, pembenahan administrasi kolonial serta pembangunan sarana transportasi yang bertujuan memperlancar kegiatan ekonomi kolonial. Melalui kebijakan ini, Palembang semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi kolonial yang berorientasi pada pasar dunia. (3) Peran pemerintah kolonial dan elite lokal dalam mendukung sistem kolonial liberal sangat penting dalam menjaga keberlangsungan kebijakan tersebut. Pemerintah kolonial melalui residen, asisten residen dan kontrolir berfungsi mengawasi administrasi, keamanan serta pelaksanaan kebijakan ekonomi di daerah. Sementara itu, elite lokal seperti pasirah, demang, kerio dan tokoh adat dimanfaatkan sebagai perantara antara pemerintah kolonial dengan masyarakat. Kerja sama tersebut memudahkan pemerintah kolonial dalam mengendalikan wilayah, mengawasi masyarakat serta mendukung kepentingan investasi swasta. (4) Dampak dari Pelaksanaan sistem kolonial liberal terhadap kehidupan masyarakat Palembang yaitu dalam bidang politik, kekuasaan kolonial semakin kuat melalui perluasan struktur birokrasi hingga ke daerah pedalaman sehingga otonomi lokal semakin terbatas. Dalam bidang ekonomi, berkembangnya perkebunan dan masuknya modal swasta meningkatkan aktivitas perdagangan dan produksi komoditas ekspor, namun keuntungan terbesar tetap dinikmati oleh pemerintah kolonial dan pengusaha Eropa. Dalam bidang sosial, muncul perubahan struktur masyarakat yang ditandai dengan lahirnya kelompok sosial baru seperti buruh perkebunan, mandor, pedagang perantara dan pegawai administrasi kolonial. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa sistem kolonial liberal tidak hanya mengubah perekonomian Palembang, tetapi juga merekonstruksi kehidupan sosial dan politik masyarakat secara menyeluruh. Saran dalam penelitian ini adalah bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai sejarah kolonial di Palembang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : I. Dra. Nurhayati M.Pd II. Wendy Anugrah Octavian S.Pd, M.Pd |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kolonial, Liberal, Palembang. |
| Subjects: | Dokumen FKIP > Prodi Sejarah |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 04:36 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 04:36 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
