SHINTA NOVITA ANGGI, NIM : 502022055 (2026) IMPLEMENTASI UU NO.22 TAHUN 2022 TENTANG PEMAYARAKATAN DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK KANDUNG DI LAPAS KELAS I PALEMBANG. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.
|
Text
502022055_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
502022055_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (553kB) |
|
|
Text
502022055_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (422kB) |
|
|
Text
502022055_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (199kB) |
|
|
Text
502022055_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (313kB) |
|
|
Text
502022055_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
|
|
Text
502022055_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK IMPLEMENTASI UU NO.22 TAHUN 2022 TENTANG PEMAYARAKATAN DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK KANDUNG DI LAPAS KELAS I PALEMBANG SHINTA NOVITA ANGGI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan aturan turunannya dalam pembinaan narapidana kasus kekerasan seksual terhadap anak kandung di Lapas Kelas I Palembang, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi lapangan, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembinaan narapidana di Lapas Kelas I Palembang pada dasarnya telah mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, yang meliputi pembinaan kepribadian dan kemandirian. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana, serta belum optimalnya program pembinaan khusus bagi pelaku kekerasan seksual. Selain itu, aspek psikologis dan moral narapidana belum sepenuhnya tertangani secara maksimal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain optimalisasi program pembinaan yang ada, peningkatan kegiatan keagamaan dan konseling, serta kerja sama dengan pihak eksternal. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kualitas pembinaan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada rehabilitasi agar tujuan pemasyarakatan, yaitu reintegrasi sosial dan pencegahan residivisme, dapat tercapai secara efektif. Kata Kunci: Pemasyarakatan, Pembinaan Narapidana, Kekerasan Seksual, Anak Kandung, Lapas Kelas I Palembang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1. Dr. Conie Pania Putri, S.H., M.H 2. Febrina Hertika Rani, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Pemasyarakatan, Pembinaan Narapidana, Kekerasan Seksual, Anak Kandung, Lapas Kelas I Palembang. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 03:54 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 03:54 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36921 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
