MUHAMMAD ALIEF WEDAR MURDYATNA, 91224026 (2026) KONSTRUKSI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA PADA TINGKAT PRA AJUDIKASI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.
|
Text
91224026_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
91224026_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (522kB) |
||
|
Text
91224026_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (546kB) |
||
|
Text
91224026_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (233kB) |
||
|
Text
91224026_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
||
|
Text
91224026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
||
|
Text
91224026_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK KONSTRUKSI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA PADA TINGKAT PRA AJUDIKASI OLEH: MUHAMMAD ALIEF WEDAR MURDYATNA Tindak pidana pembunuhan berencana merupakan bentuk kejahatan terhadap nyawa manusia yang memiliki tingkat kesengajaan tertinggi dalam hukum pidana. Tingkat Pra Ajudikasi yang meliputi proses Penyelidikan dan Penyidikan memiliki peranan penting, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelidikan dan penyidikan dalam menyusun konstruksi tindak pidana pembunuhan berencana pada tahap pra ajudikasi serta mengidentifikasi kendala yang mempengaruhi penanganan perkara. Hasil penelitian ini berfokus pada ketentuan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP lama, sebelum berlakunya UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Berdasarkan kajian teori, ketentuan hukum positif, dan data empiris di lapangan, ditemukan bahwa proses pra ajudikasi dimulai sejak diterimanya laporan polisi oleh SPKT dan dilanjutkan dengan pengumpulan informasi serta bukti permulaan oleh penyelidik. Pada tahap penyidikan, konstruksi Tindak Pidana disusun melalui pemeriksaan saksi, tersangka, serta pengumpulan alat bukti yang sah dan di tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Melalui rangkaian proses tersebut, penyidik dapat mengidentifikasi unsur- unsur pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 340 KUHP, yaitu adanya niat, rencana, dan kesengajaan menghilangkan nyawa orang lain. Penelitian ini juga menemukan adanya berbagai kendala, terutama keterbatasan sarana dan fasilitas seperti laboratorium forensik, keterlambatan visum et repertum, serta sulitnya akses bukti elektronik. Perbedaan penafsiran unsur dengan rencana terlebih dahulu, rendahnya partisipasi masyarakat, dan budaya penyelesaian damai turut memperlemah konstruksi perkara. Kendala tersebut berdampak pada tidak optimalnya pembuktian sehingga konstruksi perkara menjadi kurang kuat sebelum memasuki tahap ajudikasi. Penelitian ini menggunakan metode normatif yang didukung data empiris, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta di dukung data empiris melalui wawancara dengan penyidik Polrestabes Palembang, Advokat, Dosen Pidana dan Masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penyusunan konstruksi tindak pidana pembunuhan berencana yang kuat pada tahap pra ajudikasi menuntut peningkatan profesionalisme penyidik, pembaruan instrumen pembuktian, serta sinkronisasi antar aparat penegak hukum guna mewujudkan keadilan dan kepastian hukum. Kata Kunci: Konstruksi Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana, Pra Ajudikasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing I : Dr. Ruben Achmad, S.H., M.H. Dosen Pembimbing II : Dr. Suharyono, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana, Pra Ajudikasi. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Program Pasca Sarjana > Hukum (S2) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:55 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:55 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36837 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
