ANISA, NIM. 452022030 (2026) ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI DAN PENYULINGAN NILAM (Pogostemon cablin) DI DESA MUARA NILAU KECAMATAN SELANGIT KABUPATEN MUSI RAWAS. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
452022030_BAB I_DAFTAR_PUSTAKA-1.pdf - Published Version Download (881kB) | Preview |
|
|
Text
452022030_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (399kB) |
||
|
Text
452022030_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (503kB) |
||
|
Text
452022030_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (939kB) |
||
|
Text
452022030_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (188kB) |
||
|
Text
452022030_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (179kB) |
||
|
Text
452022030_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
452022030_SKRIPSI_FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan, kelayakan finansial, dan strategi mitigasi risiko usahatani nilam (Pogostemon cablin) di Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas. Urgensi penelitian didasarkan pada penurunan drastis jumlah petani akibat serangan penyakit budok dan fluktuasi harga, sehingga diperlukan kajian ilmiah mengenai keberlanjutan usaha tersebut. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif meliputi analisis cashflow, kriteria investasi (Net Present Value, Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, dan Payback Period), serta analisis sensitivitas. Data diperoleh melalui observasi lapangan terhadap petani yang menerapkan sistem tumpang sari (nilam, kopi, dan durian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dan BEP dengan rata-rata produksi minyak nilam sebesar 24 liter, petani belum mencapai titik impas secara mandiri. Diperlukan minimal produksi 121 liter per tahun atau senilai Rp24.348.400 untuk mencapai Break Even Point (BEP). Kelayakan Finansial pada kondisi suku bunga KUR Bank Mandiri 6%, usahatani ini dinyatakan layak dengan nilai NPV Rp. 12,513,338, Net B/C 1,1, IRR 13% dan PP 6 Tahun 1 Bulan. Sensitivitas usahatani sangat rentan terhadap kenaikan upah tenaga kerja dan penurunan harga jual minyak nilam. Jika harga jual turun 10%, usaha menjadi tidak layak dengan NPV negatif Rp12.638.143. Sebaliknya, usaha penyulingan memiliki ketahanan yang jauh lebih tinggi terhadap perubahan biaya operasional. Teknis Budidaya terdapat kesenjangan signifikan antara praktik petani dengan standar Good Agriculture Practices (GAP). Kesenjangan ini mencakup aspek penyulaman, pemupukan, dan pengendalian penyakit yang belum optimal, yang berdampak pada rendahnya produktivitas dibandingkan potensi standar GAP.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Ir. Jun Harbi, S.Hut., M.Si., IPP., PhD 2. Innike Abdillah Fahmi, S.P., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Kelayakan Finansial, Nilam, Analisis Sensitivitas, GAP, Desa Muara Nilau |
| Subjects: | Kehutanan > Hasil Hutan Non Kayu |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Kehutanan (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Pertanian |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:56 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:09 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36822 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
