ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYITAAN ALAT BUKTI SURAT YANG BERUPA DIGITAL FORENSIK

Abelia Firlaili, 502021131 (2025) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYITAAN ALAT BUKTI SURAT YANG BERUPA DIGITAL FORENSIK. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img] Text
502021131_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502021131_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (357kB)
[img] Text
502021131_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (475kB)
[img] Text
502021131_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (213kB)
[img] Text
502021131_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (545kB)
[img] Text
502021131_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
502021131_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Kemajuan teknologi informasi memunculkan bentuk kejahatan baru, termasuk kejahatan siber yang memerlukan pembuktian melalui bukti digital. Digital forensik menjadi sarana penting untuk mengidentifikasi, mengamankan, dan menganalisis data elektronik agar dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah. Penelitian ini mengkaji (1) bagaimana proses pelaksanaan penyitaan alat bukti surat berupa digital forensik, dan (2) akibat hukum penyitaan tersebut apabila tidak sesuai prosedur. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis normatif, melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi lapangan di Polda Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyitaan bukti digital harus mengikuti prosedur sebagaimana diatur dalam KUHAP, termasuk memperoleh izin dari ketua pengadilan negeri, membuat berita acara penyitaan, dan menjaga keaslian bukti. Ketidaksesuaian prosedur dapat mengakibatkan bukti dinyatakan tidak sah di pengadilan dan melemahkan pembuktian. Studi kasus penyebaran video pribadi publik figur menunjukkan bahwa digital forensik efektif mengungkap pelaku, namun tetap membutuhkan prosedur hukum yang ketat agar barang bukti memiliki kekuatan pembuktian. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi aparat, penggunaan teknologi forensik mutakhir, serta penyusunan SOP yang lebih rinci untuk menjamin validitas dan legalitas barang bukti digital. Kata Kunci: Penyitaan, Alat Bukti Surat, Digital Forensik, Hukum Pidana

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: pembimbing: 1. Dr. Ismail Pettanase, S.H., M.H 2. Muhammad Taufiq, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Penyitaan, Alat Bukti Surat, Digital Forensik, Hukum Pidana
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Acara Pidana
Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 31 Aug 2026 06:12
Last Modified: 31 Aug 2026 06:12
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36767

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.