ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBANDINGAN HUKUM PIDANA INDONESIA-JEPANG ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA “COPYRIGHT” KOMIK ANIME SAKAMOTO DAYS DI SITUS ILEGAL

ARI, NIM : 502022135 (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBANDINGAN HUKUM PIDANA INDONESIA-JEPANG ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA “COPYRIGHT” KOMIK ANIME SAKAMOTO DAYS DI SITUS ILEGAL. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.

[img]
Preview
Text
502022135_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022135_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (474kB)
[img] Text
502022135_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[img] Text
502022135_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (298kB)
[img] Text
502022135_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (217kB)
[img] Text
502022135_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502022135_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBANDINGAN PENGATURAN HUKUM PIDANA INDONESIA – JEPANG ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA KOMIK ANIME SAKAMOTO DAYS DI SITUS ILEGAL ARI Perkembangan teknologi digital dan penetrasi internet yang masif telah mengubah lanskap pelanggaran hak cipta secara fundamental, khususnya di sektor industri komik dan anime, di mana karya-karya populer seperti manga Sakamoto Days karya Yuto Suzuki kerap menjadi target pembajakan melalui situs-situs ilegal yang beroperasi tanpa izin dari pemegang hak cipta yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaturan hukum pidana Indonesia dan Jepang atas pelanggaran hak cipta komik anime Sakamoto Days di situs ilegal, sekaligus menjelaskan bentuk pertanggungjawaban pidana bagi pelaku pelanggaran tersebut menurut hukum Jepang. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan hukum (comparative law), menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian perbandngan hukum antara Indonesia dan jepang menunjukkan bahwa pengaturan hukum pidana di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta memberikan sanksi maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp1.000.000.000,00, sedangkan Jepang melalui Copyright Act (Chosakuken-ho) memberikan perlindungan yang lebih ketat dengan ancaman sanksi hingga 10 tahun penjara dan/atau denda hingga 10 juta yen. Hasil penelitian terhadap hukuman bagi pelaku pelanggaran hak cipta berdasarkan hukum jepang yakni dari Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta Jepang mengatur sanksi pidana pokok bagi pelanggar hak cipta dengan rumusan sebagai berikut: "Seseorang yang melanggar hak cipta, hak penerbitan atau hak terkait... akan dapat dihukum dengan penjara kerja paksa selama jangka waktu tidak lebih dari sepuluh tahun atau denda tidak lebih dari sepuluh juta Yen, atau keduanya. Kata Kunci: Hak Cipta, Sakamoto Days, Perbandingan Hukum, Indonesia - Jepang, Pembajakan Digital.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. H. Yudistira Rusydi ,S.H.,M.,H. 2. Febrina Hertika Rani,S.H.,M.H.,
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Hak Cipta, Sakamoto Days, Perbandingan Hukum, Indonesia - Jepang, Pembajakan Digital.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 02 Jul 2026 06:11
Last Modified: 02 Jul 2026 06:11
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36727

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.