WIWINDA SUCI YURNI, NIM : 502022183 (2026) KEDUDUKAN HUKUM PINJAM MEMINJAM BERBASIS FINANSIAL TEKNOLOGI (FINTECH LENDING) DAN PENYELESAIAN SENGKETA AKIBAT WANPRESTASI. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.
|
Text
502022183_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
502022183_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (677kB) |
||
|
Text
502022183_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (616kB) |
||
|
Text
502022183_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (470kB) |
||
|
Text
502022183_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (606kB) |
||
|
Text
502022183_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
502022183_cover_sampai_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK KEDUDUKAN HUKUM PINJAM MEMINJAM BERBASIS FINANSIAL TEKNOLOGI (FINTECH LENDING) DAN PENYELESAIAN SENGKETA AKIBAT WANPRESTASI WIWINDA SUCIYURNI Perkembangan teknologi informasi telah mendorong inovasi dalam sektor jasa keuangan, salah satunya layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi (fintech lending). Kehadiran fintech lending memberikan kemudahan akses pembiayaan secara cepat dan efisien, namun di sisi lain menimbulkan persoalan hukum terkait kedudukan perjanjian elektronik dan penyelesaian sengketa akibat wanprestasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kedudukan hukum perjanjian pinjam meminjam berbasis fintech lending dalam perspektif hukum perdata Indonesia dan bagaimana penyelesaian sengketa akibat wanprestasi dalam perjanjian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pinjam meminjam berbasisi fintech lending merupakan perjanjian yang sah dan mengikat sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata serta diakui keabsahannya sebagai kontrak elektronik berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun dalam praktiknya masih ditemukan ketidakseimbangan kedudukan para pihak akibat penggunaan klausula baku dan lemahnya literasi hukum. Penyelesaian sengketa akibat wanprestasi dapat ditempuh melalui jalur litigasi di pengadilan maupun non-litigasi seperti mediasi, arbitrase, dan melalui LAPS-SJK. Dengan demikian diperlukan penguatan pengawasan dan perlindungan hukum bagi para pihak. Kata Kunci : Kedudukan Hukum, Pinjam Meminjam, Fintech Lending.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1. Dr. Erli Salia, S.H., M.H 2. Desni Raspita, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Kedudukan Hukum, Pinjam Meminjam, Fintech Lending. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 03:46 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:46 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
