KEDUDUKAN HUKUM ANAK SAH DARI ISTRI PERTAMA DALAM HAK WARIS ATAS HARTA AYAH YANG BERPOLIGAMI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA

Muhammad Daka, Nim : 502021179 (2025) KEDUDUKAN HUKUM ANAK SAH DARI ISTRI PERTAMA DALAM HAK WARIS ATAS HARTA AYAH YANG BERPOLIGAMI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502021179 _ BAB I _ DAFTAR _ PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
502021179_ BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (138kB)
[img] Text
502021179_ BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (64kB)
[img] Text
502021179_ BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11kB)
[img] Text
502021179_ DAFTAR _ PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56kB)
[img] Text
502021179_ LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (582kB)
[img] Text
502021179 _ COVER _ SAMPAI _ LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK KEDUDUKAN HUKUM ANAK SAH DARI ISTRI PERTAMA DALAM HAK WARIS ATAS HARTA AYAH YANG BERPOLIGAMI MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA MUHAMMAD DAKA Hukum perkawinan berlaku untuk semua warga negara atau orang, karena seorang warga negara yang sudah menikah dilindungi dalam kerangka hukum ini. Sesuai dengan Pasal 28B ayat (1) UUD 1945, setiap orang atau setiap individu berhak untuk membentuk keluarga dalam perkawinan. Artinya, pernikahan adalah keputusan bagi warga negara yang tidak dapat didiskriminasi atau dipengaruhi oleh siapa pun di bawah syarat-syarat yang ditetapkan. Penetapan syarat-syarat untuk pernikahan juga dilakukan karena kenyataan bahwa pernikahan itu sendiri memiliki permasalahan dalam lingkup poligami. Dalam konteks poligami, kewajiban suami untuk berlaku adil kepada seluruh istri dan anak-anaknya kerap terhambat oleh keterbatasan kemampuan ekonomi, distribusi waktu, serta prosedur administrasi yang kompleks. Yang menjadi Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kedudukan hukum anak sah dalam pembagian waris atas harta ayah yang berpoligami menurut KHI? (2) Apa kendala dalam pelaksanaan pembagian hak waris dalam keluarga poligami? Metode Yang penulis gunakan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini adalah Normatif. Menggunakan bahan Hukum Sekunder yang di dapatkan melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak sah dari istri pertama memiliki kedudukan hukum yang sama dalam hak waris menurut KHI, namun dalam praktiknya sering terjadi pengabaian hak tersebut karena alasan emosional atau teknis. Kendala utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat serta belum optimalnya peran pengadilan agama. Saran dari penelitian ini adalah perlunya sosialisasi lebih luas terhadap ketentuan KHI, serta peningkatan peran aparat hukum dan tokoh agama dalam menyelesaikan konflik waris dalam keluarga poligami secara adil dan sesuai ketentuan hukum Islam. Kata Kunci : Kedudukan Hukum Anak Sah, Hak Waris, Poligami, KHI.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. Dr.Arief Wisnu Wardhana,S.H.,M.Hum 2. Helmi Ibrahim,S.H.,M.Hum
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Kedudukan Hukum Anak Sah, Hak Waris, Poligami, KHI.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 09 Jun 2026 06:18
Last Modified: 09 Jun 2026 06:18
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36591

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.