ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA INFLUENCER YANG MELAKUKAN TESTIMONI PALSU

SAFIRA REGITA CAHYANI, NIM : 502022368 (2026) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA INFLUENCER YANG MELAKUKAN TESTIMONI PALSU. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.

[img]
Preview
Text
502022368_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022368_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (39kB)
[img] Text
502022368_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (169kB)
[img] Text
502022368_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9kB)
[img] Text
502022368_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (220kB)
[img] Text
502022368_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502022368_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA INFLUENCER YANG MELAKUKAN TESTIMONI PALSU Safira Regita Cahyani Perkembangan teknologi digital dan pesatnya penggunaan media sosial telah mendorong lahirnya influencer marketing sebagai strategi pemasaran yang efektif dalam memengaruhi perilaku konsumen. Influencer memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui testimoni dan rekomendasi produk atau jasa, namun praktik tersebut juga menimbulkan permasalahan hukum ketika influencer menyampaikan testimoni yang tidak benar atau menyesatkan (testimoni palsu) yang berpotensi merugikan konsumen, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara perkembangan praktik pemasaran digital dengan pengaturan hukum yang mengatur tanggung jawab influencer dan menimbulkan ketidakpastian dalam perlindungan konsumen. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi bagaimana bentuk pertanggungjawaban perdata influencer yang melakukan testimoni palsu serta kendala dalam memintakan pertanggungjawaban tersebut dalam sistem hukum Indonesia, dengan tujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban perdata yang dapat dikenakan kepada influencer serta mengidentifikasi hambatan dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi bahan hukum primer seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban perdata influencer atas testimoni palsu dapat didasarkan pada dua bentuk, yaitu perbuatan melawan hukum dan wanprestasi, di mana influencer dapat dimintai tanggung jawab apabila terpenuhi unsur kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal, serta apabila terjadi pelanggaran perjanjian kerja sama dengan pelaku usaha. Namun demikian, dalam praktiknya terdapat berbagai kendala seperti kesulitan pembuktian, tidak adanya hubungan hukum langsung antara influencer dan konsumen, serta belum adanya regulasi khusus yang mengatur influencer. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa secara normatif influencer dapat dimintai pertanggungjawaban perdata atas testimoni palsu, namun penerapannya belum optimal karena adanya kendala yuridis dan praktis, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat guna mewujudkan perlindungan konsumen yang efektif di era digital. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Perdata, Influencer, Testimoni Palsu, Perlindungan Konsumen

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. Abdul latif Mahfuz, S.H.,M.Kn 2. M. Novrianto S.H.,M.H
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Pertanggungjawaban Perdata, Influencer, Testimoni Palsu, Perlindungan Konsumen
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 10 Jun 2026 06:32
Last Modified: 10 Jun 2026 06:32
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36590

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.