Analisis Pertanggungjawaban pidana nakhoda atas kelalaian yang mengakibatkan kematian anak buah kapal (studi putusan no 754/Pid.B/2025/PN Plg)

Rahma Nabila Putri, Nim. 502022200 (2026) Analisis Pertanggungjawaban pidana nakhoda atas kelalaian yang mengakibatkan kematian anak buah kapal (studi putusan no 754/Pid.B/2025/PN Plg). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022200_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022200_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (450kB)
[img] Text
502022200_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (335kB)
[img] Text
502022200_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (170kB)
[img] Text
502022200_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (295kB)
[img] Text
502022200_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502022200_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia sebagai negarc maritim memerlukan keselamatan pelayaran yang optimal. Dalam kegiatan pelayaran, anak buah kapal berperan penting sehingga keselamatan kerja dan perlindungan hukumnya harus diperhatikan. Nahkoda bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan memastikan prosedur keselamatan kerja berjalan dengan baik. Namun terkadang nakhoda lalai dalam bertugas seperti pada Putusan Nomor 754lPid.BnN Plg. Permasalahan penelitian meliputi: (1) bagaimana pertanggUngiawaban pidana nakhoda atas kelalaian kerja yang mengakibatkan kematian anak buah kapal dan (2) bagaimana pertimbangan hakim terhadap nakhoda atas kematian anak buah kapal. Metodologi yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan studi pustaka, menggunakan bahan hukum primer (putusan, KUHP Pasal 359, dan UU No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran) serta bahan hukum sekundeq dianalisis secara kualitatif-deskriptif analitik melalui interpretasi sistematis dan deduksi. Hasilpenelitian menyimpulkan Sanksi yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim terhadap terdakwa Asep Rizal Bin Syamsuarbay tidak sebanding dengan perbuatannya, karena masih jauh dari ancaman maksimum sanksi pada pasal 359 KUI{P yaitu pidana penjara maksimum 5 tahun penjara dan maksimum I tahun kurungan namun majelis hakim hanya memberi sanksi selama 8 (delapan) bulan penjara. Dikhawatirkan tidak memberikan efek jera yang memadai bagi terdakwa dan belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan karena nahkoda terbukti menyebabkan meninggalnya 2 (dua) orang korban dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.Berdasarkan fakta yuridis yang menyebabkan dua anak buah kapal meninggal, penulis menilai putusan Majelis Hakim belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan dan proporsionalitas pemidanaan karena pertimbangan hakim yang meringankan terdakwa seperti bersikap sopan, penyesalan, dan belum pernah dipidana apabila dibandingkan dengan perbuatan yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga belum seimbang dengan beratnya akibat. Pidana 8 (delapan) bulan yang lebih ringan dari tuntutan 1 (satu) tahun berpotensi belum memberi efek jera dan belum optimal menegakkan standar keselamatan pelayaraq sehingga belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan, kepastian hukurn, dan kemanfaatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr.Khalisah Hayatuddin , S.H.,M.Hum. 2. M.Novrianto, S.H.,M.H
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Nakhoda, Kelalaian (culpa), Pasal 359 KUHP, Keselamatan pelayaran, Putusan pengadilan
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 03 Jun 2026 06:36
Last Modified: 03 Jun 2026 06:36
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36585

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.