Septikaharani Harahap, Nim. 502022285 (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN HIBAH ORANG TUA SEBELUM MENINGGAL MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
502022285_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text
502022285_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (643kB) |
||
|
Text
502022285_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (536kB) |
||
|
Text
502022285_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (418kB) |
||
|
Text
502022285_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (470kB) |
||
|
Text
502022285_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
||
|
Text
502022285_Cover_Sampai_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Hibah merupakan pemberian harta secara sukarela tanpa imbalan dan hanya sah dilakukan saat pemberi masih hidup. Hibah dalam hukum Islam diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), termasuk syarat jumlah maksimal (1/3 harta), persetujuan ahli waris pada kondisi tertentu, serta pengaturan formalitas bagi hibah internasional. KUHPerdata juga mengatur hibah sebagai perjanjian yang harus dilakukan dengan cakap hukum dan penerimaan dari penerima hibah. Meski bertujuan mempererat hubungan keluarga, hibah sering menimbulkan sengketa antara ahli waris, terutama jika dianggap tidak adil atau merugikan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji permasalahan yaitu : (1) apa akibat hukum pemberian hibah orang tua kepada anak sebelum meninggal menurut KHI ? dan (2) bagaimana kedudukan pemberian hibah orang tua kepada anak semasa hidup dalam perspektif KHI ? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif,melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum pemberian hibah orang tua kepada anak sebelum meninggal menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan kedudukannya dalam perspektif hukum Islam di Indonesia. Hibah merupakan perbuatan hukum yang bersifat sukarela, menimbulkan peralihan hak kepemilikan harta secara penuh kepada penerima, dan dilindungi secara yuridis. Meskipun secara formal harta hibah tidak termasuk warisan, KHI melalui Pasal 211 mengatur agar hibah dapat diperhitungkan kembali dalam pembagian warisan apabila menimbulkan ketimpangan hak antar ahli waris. Oleh karena itu, pemberian hibah sebaiknya dilakukan secara proporsional, terdokumentasi, dan berdasarkan kehendak bebas pemberi untuk menjamin kepastian hukum, keadilan, dan keharmonisan keluarga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 1.Dr. Nur Husni Emilsonn, S.H., Sp.N., M. 2.Dr. Syamsul, S.H., M.Kn., CTL. |
| Uncontrolled Keywords: | hibah, orang tua, kompilasi hukum islam |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Waris |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 02:33 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 02:33 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36527 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
