AIDIL FITRISYAH, NIM 122018050P (2023) PEMBUATAN BIOETANOL MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KULIT NANAS MADU. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
122018050P_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (537kB) |
|
|
Text
122018050P_BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (499kB) |
|
|
Text
122018050P_BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (369kB) |
|
|
Text
122018050P_BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
Text
122018050P_BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (146kB) |
|
|
Text
122018050P_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography Restricted to Repository staff only Download (109kB) |
|
|
Text
122018050P_LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
122018050P_Cover_sampai_Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
tinggi, mencapai 13,40%. Kandungan gula yang tinggi ini dapat dimanfaatkan untuk membuat bioetanol melalui proses fermentasi. Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa hanya sekitar 76,36% dari total berat nanas segar yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi, sementara sisanya harus dibuang sebagai limbah. Proses pembuatan bioetanol melalui beberapa tahapan. Pertama, kulit nanas dihancurkan dan dicampur dengan aquadest dengan perbandingan berat kulit nanas:aquadest = 1:2, kemudian disaring untuk menghasilkan sari kulit nanas yang dianalisis kadar glukosanya. Selanjutnya, proses fermentasi anaerobik dilakukan pada pH 4-5 menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae sebagai mikroorganisme yang mengubah glukosa menjadi Bioetanol. Untuk memastikan kondisi optimal untuk pertumbuhan ragi, ditambahkan 4 gram urea sebagai nutrisi dalam media fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan kemudian dipisahkan melalui proses distilasi pada suhu 80-95°C selama sekitar 3 jam hingga tidak ada lagi distilat yang menetes. Waktu fermentasi dan jumlah ragi digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini untuk merumuskan kondisi optimum. Dari hasil penelitian, seberat 400 gram limbah kulit nanas menghasilkan bioetanol dengan kadar 18,55 % (b/b), yield 13,39 %, konversi glukosa sebesar 54,56% dengan waktu fermentasi selama 3 hari, sedangkan kadar bioetanol tertinggi diperoleh pada pemakaian ragi sebesar 6 gram menghasilkan bioetanol dengan kadar 73,95 % (b/b), yield 17,95 % dan konversi glukosa 55,93 %. Dapat dirumuskan bahwa untuk membuat bioetanol dari limbah kulit nanas diperlukan perbandingan sebagai berikut: waktu fermentasi 3 hari, perbandingan jumlah berat ragi : kulit nanas = 1:67, berat urea: kulit nanas = 1:100 dan berat aquadest : kulit nanas sebesar = 2:1.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Netty Herawati, S.T.,M.T. 2. Ir. Rifdah., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Kulit nanas, bioetanol, fermentasi, ragi saccharomyces cerevisiae, yield dan konversi glukosa |
| Subjects: | Kimia > Bahan Kimia Organis |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Kimia (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Teknik |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:40 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:40 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
