M. FIKRI AZHARI, 502022360 (2026) PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PELAKU PENCURIAN BUAH KELAPA SAWIT YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS LP/B.74/VII/2025/SPKT/SEK.TG,LAGO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.
|
Text
502022360_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
502022360_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (348kB) |
||
|
Text
502022360_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (355kB) |
||
|
Text
502022360_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (213kB) |
||
|
Text
502022360_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) |
||
|
Text
502022360_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (855kB) |
||
|
Text
502022360_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN_FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tindak pidana pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan oleh anak di bawah umur, yang merupakan pelanggaran hukum, sehingga diperlukan pendekatan yang tidak hanya menekankan pada penghukuman, tetapi juga perlindungan anak melalui restorative justice. Dengan rumusan masalah.Bagaimana penerapan restorative justice terhadap anak pelaku pencurian serta. Apakah ada hambatan dalam penerapan Restorative Justice terhadap anak dibawah umur yang melakukan pencurian buah kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisis secara sistematis melalui tahapan klasifikasi dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dilakukan melalui musyawarah perdamaian yang melibatkan pelaku, korban, dan pihak terkait, sehingga menghasilkan kesepakatan berupa perdamaian dan pemulihan kerugian, Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding pemidanaan formal karena menghindarkan anak dari stigma sosial dan dampak negatif penjara. Namun, hambatan yang muncul meliputi rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan ekonomi pelaku, kendala regulasi, serta minimnya sumber daya aparat. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi melalui peningkatan sosialisasi, penguatan kelembagaan, dan pengawasan berkelanjutan agar penerapan restorative justice dapat berjalan lebih efektif dan berkeadilan. Kata kunci: Restorative Justice, , Tindak Pidana Pencurian. Anak di Bawah Umur
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | PEMBIMBING: 1. Dr. ERLI SALIA,SH.M.Hum. 2. INDRAJAYA, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Restorative Justice, , Tindak Pidana Pencurian. Anak di Bawah Umur |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 20 May 2026 06:14 |
| Last Modified: | 20 May 2026 06:14 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
