Zaky Fikra Adhiatma, NIM.502022306 (2026) ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA NIET ONTVANKELIJKE VERKLAARD PADA SENGKETA WANPRESTASI ATAS PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB (STUDI PUTUSAN NOMOR 4/PDT.G/2023/PN KAG). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
502022306_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
502022306_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) |
||
|
Text
502022306_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (264kB) |
||
|
Text
502022306_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (102kB) |
||
|
Text
502022306_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (90kB) |
||
|
Text
502022306_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (538kB) |
||
|
Text
502022306_COVER SAMPAI LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertimbangan hakim dalam menjatuhkan puTusan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) pada sengketa wanprestasi terkait pengalihan tanggung jawab sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 4lPdt.G/2023/PN Kag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan persyaratan formil dan materiil dalam suatu gugalan agar dapat diterima dan diperiksa oleh pengadilan. Namun, dalam praktik peradilan masih sering dijumpai gugatan yang dinyatakan tidak dapat diterima akibat adanya cacat formíl, sehingga hal ini menarik untuk dianalisis lebih lanjut dari sudut pandang pertimbangan hukum hakim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) serta pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Data yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menyatakan gugatan tidak dapat diterima dalam perkara tersebut bertumpu pada adanya kelemahan formil dalam gugatan, seperti tidak jelasnya subjek dan objek yang disengketakan serta tidak terpenuhinya kriteria gugatan yang baik dan benar. Di samping itu, aspek pengalihan tanggung jawab sebagai inti permasalahan tidak diuraikan secara tegas dan sistematis dalam posita maupun petitum, sehingga menyebabkan gugatan menjadi tidak jelas (obscuur libel). Atas dasar tersebut, hakim menilai bahwa gugatan tidak memenuhi syarat untuk diperiksa lebih lanjut dan karenanya harus dinyatakan tidak dapat diterima Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ketepatan dan kecermatan dalam penyusunan gagatan, khususnya dalam merumuskan identitas para pihak, landasan hukum, serta keterkaitan antara posita dan petitum, sangat berpengaruh terhadap dapat atau tidaknya suatu gugatan diterima. Oleh karena itu, paru pihak maupun kuasa hukum disarankan untuk lebih teliti dalam menyusun gugatan agar terhindar dari cacat formil yang dapat berujung pada putusan niet ontvankelijke verklaard.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Dr. Nur Husni Emilson, S.II., S.Pn., M.H 2. M. Novrianto S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Pertimbangan Hakim, Gugatan, Wanprestasi, Pengalihan Tanggung Jawab |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:20 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:20 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36382 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
