NADYA BEKASARI, NIM : 502022212 (2026) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU C HILD GROOMING MELALUI MEDIA SOSIAL TER}I^ADAPANAK SEBAGAI KORBAN DALAM PRESPEKTIF UU NO.35 TAHIJN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. Skripsi thesis, Fakultas Hukum.
|
Text
502022212_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
502022212_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (697kB) |
||
|
Text
502022212_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (815kB) |
||
|
Text
502022212_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (580kB) |
||
|
Text
502022212_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (589kB) |
||
|
Text
502022212_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text
502022212_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU CHILD GROOMING MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAPANAK SEBAGAI KORBAN DALAM PRESPEKTIF UU NO. 35 TAHUN 2OI4 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK NADYA BEKASARI Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa dampak signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan secara daring, salah satunya dalam bentuk child grooming. Child grooming melupakan proses pendekatan dan manipulasi psikologis yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak rnelalui media sosial dengan tujuan mengeksploitasi anak secara seksual. Penelitian ini bertuiuan untuk rnenganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku child grconting tnelalui media sosial terhadap anak sebagai korban dalam perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta mengkaji kendala dan upaya penegakan hukum dalam penanganan kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatah normatif dan empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, literatur hukum, serta data ernpiris berupa wawancara dengan aparat penegak hukum, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk rnenjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipurr child gt'oonting belntm diatul secara eksplisit sebagai tindak pidana tersendiri, perbuatan tersebut dapat dirnintai pertanggungjawaban pidana melalui penerapan ketentuan dalant Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Kitab Undarrg-Undang Hukum Pidana. Kendala dalam penegakan hukum meliputi kesulitan pembuktian alat bukti digital, belum adanya pengaturan khusus mengenai child grooming, serta kondisi psikologis anak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparcI penegak hukum, serta peran aktif orang tua dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan perlindungan anak dari ke.iahatan seksual berbasis daring. Kata Kunci: Child Groonting, Media Sosial, Pertanggungjawaban Pidana, Perlindungan Anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1. Dr. Conie Pania Putri, S.H., M.H 2. Indrajaya, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Child Groonting, Media Sosial, Pertanggungjawaban Pidana, Perlindungan Anak. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 12 May 2026 03:03 |
| Last Modified: | 12 May 2026 03:03 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/36169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
