OPTIMALISASI PERSEMAIAN BENIH PADI DI LAHAN SAWAH LEBAK MELALUI TEKNOLOGI RAKIT APUNG DAN AMELIORASI TANAH

NOVIYADI, NIM. 96224002 (2026) OPTIMALISASI PERSEMAIAN BENIH PADI DI LAHAN SAWAH LEBAK MELALUI TEKNOLOGI RAKIT APUNG DAN AMELIORASI TANAH. Masters thesis, Universitas muhammadiyah palembang.

[img]
Preview
Text
ilovepdf_merged (1).pdf - Published Version

Download (708kB) | Preview
[img] Text
96224002_BAB II.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (98kB)
[img] Text
96224002_BAB III.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (153kB)
[img] Text
96224002_BAB IV.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (233kB)
[img] Text
96224002_BAB V.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (85kB)
[img] Text
96224002_DAFTAR PUSTAKA.PDF
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text
96224002_LAMPIRAN.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (580kB)
[img] Text
96224002_Cover_Sampai_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Optimalisasi Persemaian Benih Padi di Lahan Sawah Lebak Melalui Teknologi Rakit Apung dan Ameliorasi Tanah. Noviyadi. 96224002. Pembimbing Prof. Dr. Ir. Neni Marlina, M. Si1 dan Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc2 . Tesis. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang. 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas padi di lahan rawa lebak meskipun memiliki potensi luas untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Permasalahan utama meliputi genangan air yang tidak terkendali, tingkat kemasaman tanah yang tinggi, serta kandungan unsur beracun seperti besi (Fe) dan aluminium (Al) yang menghambat pertumbuhan tanaman. Kondisi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam dengan pH 4,41, kejenuhan basa rendah, serta kandungan Fe tinggi. Selain itu, iklim tropis basah dengan suhu 26,6–27,4°C dan curah hujan tinggi menyebabkan pencucian hara dan meningkatkan risiko serangan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi berupa sistem persemaian rakit apung dan penggunaan amelioran untuk memperbaiki sifat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi pada sistem rakit apung, mengevaluasi pengaruh komposisi media tanam, mengkaji interaksi keduanya, serta menentukan kombinasi terbaik. Penelitian dilaksanakan di Desa Petar Dalam, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada lahan sawah lebak dengan karakteristik genangan musiman. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pembibitan (Percobaan I) dan tahap pertumbuhan hingga produksi (Percobaan II). Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan rancangan Split Plot pada Percobaan I dan Rancangan Acak Kelompok pada Percobaan II. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan total dan produktif, panjang malai, jumlah gabah bernas, bobot gabah, dan panjang akar. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA taraf 5%, dilanjutkan uji Tukey (HSD), serta analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi memberikan respon berbeda terhadap sistem rakit apung. Varietas Ciherang menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi vii bibit ±34,83 cm, dibandingkan Inpari 47 (±30,36 cm) dan Inpari 32 (±27,92 cm). Media tanam juga berpengaruh nyata, dimana komposisi tanah:pupuk kandang:sekam (1:2:1) menghasilkan tinggi bibit 36,23 cm, lebih tinggi dibandingkan media tanpa ameliorasi (23,61 cm), yang menunjukkan peran penting bahan organik dalam memperbaiki media tanam. Pada tahap produksi, perlakuan pupuk kandang sapi + ½ dosis pupuk anjuran memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 101 cm, jumlah anakan total 21,2, dan anakan produktif 11,8, dibandingkan tanpa pupuk yang hanya mencapai tinggi 79 cm dan anakan produktif 9,2. Komponen hasil meningkat signifikan dengan panjang malai 28,2 cm, jumlah gabah bernas 142,2 butir, dan bobot gabah 33,38 gram, lebih tinggi dibandingkan kontrol (22,2 cm; 97,6 butir; 18,56 gram). Panjang akar juga meningkat dari 39,40 cm menjadi 64,46 cm, menunjukkan peningkatan kemampuan serapan hara. Produktivitas tertinggi mencapai 5,34 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan tanpa pemupukan (2,96 ton/ha) dan pupuk anorganik penuh (3,92 ton/ha). Analisis korelasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah anakan, dan anakan produktif memiliki hubungan sangat kuat dengan produktivitas (r = 0,9930; 0,9925; 0,9766), yang menegaskan bahwa pertumbuhan vegetatif sangat menentukan hasil akhir tanaman. Kesimpulannya, varietas Ciherang memiliki adaptasi terbaik pada sistem rakit apung, media tanam dengan komposisi 1:2:1 merupakan yang paling optimal, dan kombinasi pupuk organik-anorganik mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil secara signifikan. Teknologi rakit apung yang dipadukan dengan ameliorasi tanah terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah lebak secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing 1. Prof. Dr. Ir. Neni Marlina, M. Si 2. Dr. Asvic Helida, S.Hut., M. Sc
Uncontrolled Keywords: Rakit Apung, Benih padi dan Ameliorasi tanah
Subjects: Agroteknologi
Agroteknologi > teknologi produksi tanaman
Divisions: Program Pasca Sarjana > Ilmu Pertanian (S2)
Depositing User: Perpustakaan umpalembang
Date Deposited: 08 May 2026 04:39
Last Modified: 08 May 2026 04:39
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/35969

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.