SANKSI PIDANA ATAS PERUSAKAN UANG RUPIAH YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MAHAR PERKAWINAN

BERTA WANVA RESA, NIM. 502022031 (2026) SANKSI PIDANA ATAS PERUSAKAN UANG RUPIAH YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MAHAR PERKAWINAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.

[img]
Preview
Text
502022031_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022031_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (376kB)
[img] Text
502022031_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (224kB)
[img] Text
502022031_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
502022031_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (274kB)
[img] Text
502022031_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
502022031_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sanksi pidana terhadap perbuatan perusakan uang Rupiah yang digunakan sebagai mahar perkawinan serta untuk mengetahui bentuk-bentuk perusakan atau modifikasi uang Rupiah dalam praktik mahar perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosio-legal yang dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, pejabat pencatat nikah, serta pelaku usaha dekorasi mahar, dan didukung dengan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif tindakan memodifikasi uang Rupiah dalam dekorasi mahar, seperti menggulung, melipat, mengikat, menempelkan, atau menjepit uang pada bingkai dekoratif berpotensi memenuhi unsur “mengubah Rupiah” sebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman sanksi pidana terhadap perbuatan tersebut diatur dalam Pasal 36 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah. Namun demikian, dalam praktiknya penerapan sanksi pidana tidak dilakukan secara otomatis karena aparat penegak hukum mempertimbangkan unsur kesengajaan, tingkat kerusakan fisik uang, serta tujuan dari perbuatan tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa bentuk-bentuk modifikasi uang Rupiah dalam mahar perkawinan meliputi penggulungan uang, pelipatan uang menjadi bentuk dekoratif, penempelan uang pada bingkai, penggabungan dengan ornamen dekoratif, serta penekanan uang di antara kaca bingkai. Modifikasi tersebut dapat diklasifikasikan menjadi modifikasi ringan yang bersifat sementara dan modifikasi berat yang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen pada uang Rupiah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara ketentuan hukum yang berlaku dengan praktik yang berkembang di masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor budaya, kebiasaan sosial, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat terhadap perlindungan fisik uang Rupiah. Kata Kunci: Perusakan Uang Rupiah, Mahar Perkawinan, Sanksi Pidana, Undang-Undang Mata Uang, Kesadaran Hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Martini, S.H., M.H 2. M. Adi Saputra, S.H., M.Kn
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Perusakan Uang Rupiah, Mahar Perkawinan, Sanksi Pidana, Undang-Undang Mata Uang, Kesadaran Hukum.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 07 May 2026 03:24
Last Modified: 07 May 2026 03:24
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/35843

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.