PROSES DIVERSI TERHADAP PERMASALAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH MINYAK MENTAH OLEH PT PERTAMINA HRZ 4 FIELD DI DESA GUNUNG RAJA, KABUPATEN MUARA ENIM

PEYMAS RACHOI ARJEKAS, NIM. 502022374 (2026) PROSES DIVERSI TERHADAP PERMASALAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH MINYAK MENTAH OLEH PT PERTAMINA HRZ 4 FIELD DI DESA GUNUNG RAJA, KABUPATEN MUARA ENIM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022374_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text
502022374_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (592kB)
[img] Text
502022374_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (334kB)
[img] Text
502022374_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB)
[img] Text
502022374_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (299kB)
[img] Text
502022374_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
502022374_Cover_sampai_Lampiran.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penerapan dan pelaksanaan diversi dalam penyelesaian perkara pencemaran lingkungan akibat limbah minyak mentah oleh korporasi, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Permasalahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas korporasi, khususnya pada sektor minyak dan gas, menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, dan kerugian ekonomi warga sekitar. Dalam konteks tersebut, pendekatan diversi yang berlandaskan prinsip restorative justice menjadi alternatif penyelesaian yang lebih menekankan pada pemulihan lingkungan, pemberian ganti rugi kepada masyarakat terdampak, dan pencegahan terulangnya pencemaran. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan pendekatan terhadap norma hukum yang berlaku serta didukung data lapangan melalui wawancara dan observasi di Desa Gunung Raja, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sumber data terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi dalam kasus pencemaran lingkungan oleh korporasi dapat dilakukan melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, masyarakat terdampak, ahli lingkungan, dan pihak korporasi. Bentuk penyelesaiannya meliputi kewajiban pemulihan lingkungan, pembayaran kompensasi, peningkatan sistem pengelolaan limbah, serta pengawasan berkelanjutan. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya pengaturan khusus yang secara eksplisit mengatur diversi terhadap tindak pidana lingkungan oleh korporasi, kompleksitas pembuktian kerusakan lingkungan, ketidakseimbangan posisi tawar masyarakat dengan korporasi, serta lemahnya mekanisme pengawasan pasca kesepakatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan pengawasan yang lebih efektif agar diversi benar-benar mampu mewujudkan keadilan substantif dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. Dr. Ismail Pettanasse,S.H.,M.H 2. Ledy Wila Yustin,S.H.,M.H
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Diversi, Restorative Justice, Pencemaran Lingkungan, Limbah Minyak Mentah, Korporasi,
Subjects: Akuntansi > korporasi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 11 May 2026 03:16
Last Modified: 11 May 2026 03:16
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/35781

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.