Analisis pertimbangan hakim dan upaya hukum verzet JPU terhadap penetapan diversi perkara anak (studi kasus pembatalan penetapan diversi nomor 9/pen.pid/pen.div/2025/PN PLG)

JULIANA INDI MARDIANTY, NIM 502022151 (2026) Analisis pertimbangan hakim dan upaya hukum verzet JPU terhadap penetapan diversi perkara anak (studi kasus pembatalan penetapan diversi nomor 9/pen.pid/pen.div/2025/PN PLG). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022151_BAB I_DAFTAR PUSTAKA..pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text
502022151_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (347kB)
[img] Text
502022151_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (332kB)
[img] Text
502022151_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (137kB)
[img] Text
502022151_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB)
[img] Text
502022151_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)
[img] Text
502022151_Cover_Sampai_Lampiran-.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (21MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pertimbangan yang digunakan hakim anak dalam memutuskan [diversi], serta menelaah implementasi upaya hukum [verzet] yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap [Penetapan Diversi Nomor 9/Pen.Pid/Pen.Div/2025/PN Palembang]. Diversi adalah instrumen krusial dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), yang berfungsi mengalihkan penyelesaian perkara anak dari jalur pengadilan formal menuju pendekatan keadilan restoratif demi menjamin kepentingan terbaik anak. Namun, dalam penerapannya, kasus (diversi) pada perkara anak yang mengakibatkan kematian telah memicu perdebatan hukum dan penolakan dari pihak penuntut umum. Riset ini mengadopsi metode penelitian hukum empiris dengan perspektif yuridis-sosiologis. Data dikumpulkan melalui kajian literatur terhadap regulasi, putusan pengadilan, dan wawancara dengan hakim anak, jaksa penuntut umum, serta penegak hukum terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam penetapan [diversi] didasarkan pada prinsip kepentingan terbaik anak, keadilan restoratif, dan laporan penelitian kemasyarakatan dari [Balai Pemasyarakatan]. Akan tetapi, JPU mengajukan [verzet] karena menilai penetapan tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan di masyarakat dan menyalahi ketentuan formal [Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak]. [Pengadilan Tinggi Palembang] kemudian mengabulkan [verzet] tersebut dan membatalkan penetapan [diversi] yang dimaksud. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajuan [verzet] oleh JPU merupakan mekanisme kontrol yudisial yang sah, penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan keadilan substantif bagi korban. Oleh karena itu, dibutuhkan pedoman yang lebih spesifik dan tegas mengenai batasan penerapan [diversi] dalam kasus anak dengan dampak serius. Kata Kunci: Diversi, Pertimbangan Hakim, Verzet, Jaksa Penuntut Umum, Sistem Peradilan Pidana Anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: PEMBIMBING SKRIPSI 1. Dr. Syamsul, S.H.,M.H 2. Abdul Jafar, S.H.,M.H
Uncontrolled Keywords: Diversi, Pertimbangan Hakim, Verzet, Jaksa Penuntut Umum, Sistem Peradilan Pidana Anak.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 22 Apr 2026 04:12
Last Modified: 22 Apr 2026 04:12
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34954

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.