YOVY TANNIA, NIM.502022096 (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN MULTIGUNA DENGAN JAMINAN FIDUSIA (STUDI PUTUSAN NOMOR 3/PDT.G.S/2025/PN PBM). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.
|
Text
502022096_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text
502022096_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (343kB) |
||
|
Text
502022096_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (222kB) |
||
|
Text
502022096_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (100kB) |
||
|
Text
502022096_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (240kB) |
||
|
Text
502022096_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
||
|
Text
502022096_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN ok (1) (.pdf Restricted to Repository staff only Download (30MB) |
Abstract
Perkembangan lembaga pembiayaan multiguna di Indonesia memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh dana. Namun, juga menimbulkan masalah hukum berupa wanprestasi dalam perjanjian dengan jaminan fidusia. Permasalahan tersebut tidak hanya karena keterlambatan pembayaran angsuran, tetapi juga cara pelaksanaan eksekusi jaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum, khususnya KUHPerdata dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Penelitian ini membahas dua hal, yaitu: (1) Bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pada perkara perbuatan wanprestasi dalam perjanjian permbiayan multiguna dengan jaminan fidusia berdasarkan Putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2025/PN Pbm? dan (2) Apa akibat hukum dari perbuatan wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan multiguna dengan jaminan fidusia berdasarkan Putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2025/PN Pbm?. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus melalui analisis Putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2025/PN Pbm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan pertimbangannya pada terpenuhinya unsur wanprestasi sesuai Pasal 1238 dan 1243 KUHPerdata, serta mengakui bahwa perjanjian dan jaminan fidusia yang telah didaftarkan adalah sah. Akibat hukum yang timbul adalah kewajiban debitur untuk membayar ganti rugi dan memberikan hak kepada kreditur untuk melaksanakan eksekusi sesuai prosedur hukum yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar kreditur dan debitur lebih mematuhi isi perjanjian serta pelaksanaan eksekusi harus dilakukan sesuai prinsip due process of law agar tercipta kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak. Kata Kunci: Wanprestasi, Perjanjian, Pembiayaan Multiguna, Jaminan Fidusia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Hendri S, S.H., M.Hum. 2.Desni Raspita, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, Perjanjian, Pembiayaan Multiguna, Jaminan Fidusia. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 03:43 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 03:43 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34947 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
