KEDUDUKAN HASIL AUTOPSI DALAM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI PUTUSAN NOMOR 399/PID.SUS/2025/PN PLG)

DIRA PRISKA, NIM. 502022178 (2026) KEDUDUKAN HASIL AUTOPSI DALAM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI PUTUSAN NOMOR 399/PID.SUS/2025/PN PLG). Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.

[img]
Preview
Text
502022178__Cover_BAB I_Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502022178_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB)
[img] Text
502022178_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (265kB)
[img] Text
502022178_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (161kB)
[img] Text
502022178_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (231kB)
[img] Text
502022178_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
502022178_Cover Sampai_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Hasil autopsi forensik memegang peranan penting dalam penegakan hukum tindak pidana pembunuhan berencana karena mampu menjelaskan secara ilmiah sebab kematian korban, mekanisme terjadinya kematian, serta hubungan sebab akibat antara perbuatan pelaku dengan akibat yang ditimbulkan. Dalam praktik peradilan pidana, hasil autopsi dituangkan dalam bentuk Visum et Repertum yang berkedudukan sebagai alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 235 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru UU Nomor 20 Tahun 2025, khususnya sebagai keterangan ahli. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan hasil autopsi dalam penegakan hukum tindak pidana pembunuhan berencana serta menilai sejauh mana hasil autopsi tersebut dipertimbangkan oleh hakim dalam Putusan Nomor 399/Pid.Sus/2025/PN Plg. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor 399/Pid.Sus/2025/PN Plg, hasil autopsi memiliki kedudukan yang penting dan strategis dalam proses pembuktian, karena menjadi dasar ilmiah bagi hakim untuk menilai sebab kematian korban serta mengaitkannya dengan perbuatan terdakwa. Dengan adanya hasil autopsi, pembuktian unsur menghilangkan nyawa orang lain menjadi lebih kuat dan turut membentuk keyakinan hakim dalam menjatuhkan putusan. Oleh karena itu, hasil autopsi tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap alat bukti lainnya, tetapi juga berperan signifikan dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil dan berlandaskan kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Dosen Pembimbing : 1. Dr. Mulyadi Tanzili,S.H.,M.H 2. Evy Febriyani,S.H.,M.H
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Visum et Repertum, Pembuktian, Pembunuhan Berencana, Putusan Pengadilan.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Acara Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 21 Apr 2026 06:41
Last Modified: 21 Apr 2026 06:41
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34942

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.