ADE SASKIA, NIM. 502022002 (2026) ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SECARA BERSAMA-SAMA YANG MENGAKIBATKAN MENINGGALNYA KORBAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 203/Pid.B/2025/PN PALEMBANG). Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.
|
Text
502022002_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
502022002_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (290kB) |
||
|
Text
502022002_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (268kB) |
||
|
Text
502022002_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (236kB) |
||
|
Text
502022002_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
||
|
Text
502022002_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text
502022002_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan mengakibatkan meninggalnya korban merupakan perbuatan pidana yang berdampak serius terhadap rasa keadilan dan ketertiban masyarakat. Dalam praktik peradilan pidana, pertimbangan hakim dalam menentukan pasal yang diterapkan menjadi aspek penting, khususnya dalam membedakan antara tindak pidana pembunuhan dengan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggal dunia, karena perbedaan penerapan pasal berpengaruh terhadap pertanggungjawaban pidana dan pemidanaan pelaku. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim serta akibat hukum terhadap tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya korban dalam Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 203/Pid.B/2025/PN Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim menilai unsur kesengajaan untuk menghilangkan nyawa tidak terbukti, sehingga tidak menerapkan Pasal 338 KUHP. Hakim kemudian menerapkan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP karena terbukti adanya kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dengan akibat meninggalnya korban. Akibat hukum dari putusan tersebut adalah para terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana penjara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kata Kunci: Kekerasan Bersama-sama, Akibat Meninggal Dunia, Pertimbangan Hakim, Pasal 170 KUHP.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Dr. Darmadi Djufri, S.H., M.H. 2. Wicaksono Putra Hariyadi, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kekerasan Bersama-sama, Akibat Meninggal Dunia, Pertimbangan Hakim, Pasal 170 KUHP. |
| Subjects: | Ilmu Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1) |
| Depositing User: | Mahasiswa Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 06:43 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34931 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
