PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN PSIKIS DI LUAR PERNIKAHAN PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL

NASYA DZIL ULYAH, NIM. 502022339 (2026) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN PSIKIS DI LUAR PERNIKAHAN PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502022339_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (20MB) | Preview
[img] Text
502022339_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (284kB)
[img] Text
502022339_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (352kB)
[img] Text
502022339_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (73kB)
[img] Text
502022339_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (145kB)
[img] Text
502022339_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)
[img] Text
502022339_COVER_SAMPAI_AKHIR.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (36MB)

Abstract

Fenomena kekerasan psikis dalam hubungan di luar pernikahan menunjukkan peningkatan yang signifikan dan menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, rasa aman, serta martabat korban. Kekerasan ini umumnya berbentuk ancaman, intimidasi, manipulasi emosional, hingga kekerasan seksual berbasis elektronik seperti ancaman penyebaran konten intim. Meskipun tidak menimbulkan luka fisik, kekerasan psikis dapat menyebabkan trauma berkepanjangan dan gangguan fungsi sosial korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungawaban pidana pelaku kekerasan psikis di luar pernikahan dalam perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), serta mengidentifikasi kendala dalam praktik penegakan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif-empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan, buku, dan jurnal hukum, serta wawancara langsung dengan aparat penegak hukum di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polestabes Palembang. Data dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai penerapan norma dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pelaku memiliki landasan hukum dalam UU TPKS, khususnya melalui ketentuan pelecehan seksual nonfisik dan kekerasan seksual berbasis elektronik. Unsur perbuatan (actus reus) dan kesalahan (mens rea) dapat dibuktikan melalui alat bukti digital serta keterangan psikolog klinis untuk menguatkan hubungan kausal antara tindakan pelaku dan penderitaan psikis korban. Namun, penegakan hukum masih menghadapi kendala berupa kesultan pembuktian, minimnya saksi, serta faktor sosial dan psikologis korban. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan hukum yang berperspektif korban dan penguatan kapasitas aparat dalam menangani kasus kekerasan psikis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Conie Pania Putri, S.H.,M.H. 2. Abdul Jafar, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Kekerasan Psikis, Pertanggungjawaban Pidana, UU TPKS, Hubungan di Luar Pernikahan.
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 16 Apr 2026 01:29
Last Modified: 16 Apr 2026 01:29
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/34895

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.