AKIBAT HUKUM MEDIASI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI KLAS IA PALEMBANG

WAYAN GITA SARI YANA, NIM. 502016183 (2020) AKIBAT HUKUM MEDIASI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI KLAS IA PALEMBANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG.

[img]
Preview
Text
502016183_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502016183_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (485kB)
[img] Text
502016183_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (482kB)
[img] Text
502016183_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (334kB)
[img] Text
502016183_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (291kB)
[img] Text
502016183_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502016183_Cover_sampai_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK AKIBAT HUKUM MEDIASI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI KLAS IA PALEMBANG Oleh Wayan Gita Sari Yana Mediasi secara etimologi, istilah mediasi berasal dari bahasa latin, mediare yang berarti berada di tengah. Makna ini menunjukkan pada peran yang ditampilkan pihak ketiga sebagai mediator dalam menjalankan tugasnya menengahi dan menyelesaikan perkara antara para pihak. “Berada di tengah” juga bermakna mediator harus berada pada posisi netral dan tidak memihak dalam menyelesaikan perkara. Mediator harus mampu menjaga kepentingan para pihak yang beperkara secara adil dan sama, sehingga membutuhkan kepercayaan dan para pihak yang beperkara. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah kedudukan Mediasi dalam pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang? dan Apakah akibat hukum Mediasi dalam pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis yang bersifat deskriptif. Sesuai dengan judul dan beberapa permasalahan yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa Kedudukan Mediasi dalam pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang Mediasi, merupakan proses penyelesaian sengketa yang wajib ditempuh sebagai instrumen untuk mengurangi penumpukan beban perkara perdata di pengadilan, peran aktif para pihak dalam mediasi dengan dibantu oleh mediator yang netral untuk tercapainya proses perdamaian melalui mediasi yang sederhana, cepat dan biaya ringan. Dan Akibat hukum Mediasi dalam pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang yaitu Jika tidak tercapai kesepakatan dalam proses mediasi yaitu harus segera melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai ketentuan Hukum Acara yang berlaku. Sehubungan dengan itu apabila proses mediasi gagal mencapai kesepakatan, maka terhadap semua pernyataan dan pengakuan para pihak dalam proses mediasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses persidangan perkara yang bersangkutan atau perkara lainnya, fotokopi dokumen dan notulen atau catatan-catatan yang ditulis oleh mediator wajib dimusnahkan dan mediator juga tidak dapat diminta menjadi saksi dalam proses persidangan perkara yang bersangkutan. Kata Kunci: Akibat Hukum, Mediasi, dan Perkara Perdata

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pemmbimbing Skripsi I : Heni Marlina, SH, MH Pemmbimbing Skripsi II : Mulyadi Tanzili, SH, MH
Uncontrolled Keywords: Akibat Hukum, Mediasi, dan Perkara Perdata
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 19 Aug 2023 06:10
Last Modified: 19 Aug 2023 06:10
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/26169

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.