IDENTIFIKASI POHON SIALANG DAN PREFERENSI LEBAH BERSARANG DI HUTAN LINDUNG BUKIT GATAN KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN

RAMZY JALALI, NIM. 452017011 (2022) IDENTIFIKASI POHON SIALANG DAN PREFERENSI LEBAH BERSARANG DI HUTAN LINDUNG BUKIT GATAN KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
452017011_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (927kB) | Preview
[img] Text
452017011_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (881kB)
[img] Text
452017011_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (400kB)
[img] Text
452017011_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (634kB)
[img] Text
452017011_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (287kB)
[img] Text
452017011_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (309kB)
[img] Text
452017011_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (406kB)
[img] Text
452017011_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRACT RAMZY JALALI. Identifikasi Pohon Sialang dan Preferensi Lebah Bersarang di Hutan Lindung Bukit Gatan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (dibimbing oleh LULU YUNINGSIH dan JUN HARBI). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jenis pohon sialang, menganalisis model percabangan pada pohon sialang, menganalisis posisi dan bentuk tajuk pada pohon sialang dan mendeskripsikan lingkungan sekitar pohon sialang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan STL ULU Terawas Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah 1) metode survey, 2) studi pustaka dan 3) metode dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis pohon yang dihingapi lebah madu hutan untuk bersarang adalah Kedodong hutan (Spondias pinnata), Benakat (Excoecaria cochinensis) dan Labu hutan (Endospermum malaccense) dengan total jumlah 4 individu. Arsitektur pohon yang dipilih oleh lebah hutan untuk bersarang paling banyak ditemukan pada pohon yang memiliki arsitektur pohon rauh. Bentuk tajuk yang ditemukan saat pengamatan yaitu perfect. Posisi tajuk yang paling banyak ditemukan diplih oleh lebah madu hutan untuk bersarang pada saat pengamatan adalah emergent. jumlah sarang lebah atau koloni pada pohon sialang 1 dari jenis Kedondong Hutan (Spondias pinnata) yakni 9 koloni, pohon sialang 2 dari jenis Kedondong Hutan (Spondias pinnata) yakni 18 koloni dan pohon sialang 4 dari jenis Labu Hutan (Endospermum malaccense) yakni 4 koloni. Keberadaan koloni lebah banyak ditemukan pada cabang pohon yang memiliki sudut kemiringan > 60°, dan banyak ditemukan pada cabang sekunder. Vegetasi di Hutan Lindung Bukit Gatan termasuk kedalam kategori heterogen. Kelas lereng di sekitar pohon sialang didominasi oleh kelas lereng satu dengan tingkat kemiringan 0-8% dan berbukit 0,32%, dengan kualifikasi datar. ditemukan sumber air disekitar Pohon Sialang yang berupa mata air, kolam dan parit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Kehutanan > Hasil Hutan Non Kayu
Kehutanan > Konservasi Sumber Daya Alam
Kehutanan > ekologi hutan
Kehutanan > ilmu kehutanan dan etika lingkungan
Divisions: Fakultas Pertanian > Kehutanan (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Pertanian
Date Deposited: 30 Dec 2022 01:11
Last Modified: 30 Dec 2022 01:11
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/23629

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.