PENEGAKAN HUKUM OLEH KEPOLISIAN TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN SENJATA AIRSOFT GUN DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES PALEMBANG

TAMMA RIZKI PUTRA, NIM. 502018226 (2022) PENEGAKAN HUKUM OLEH KEPOLISIAN TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN SENJATA AIRSOFT GUN DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES PALEMBANG. Skripsi thesis, Uiversitas Muhammadiyah Palembang.

[img]
Preview
Text
502018226_BAB I_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
502018226_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[img] Text
502018226_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (348kB)
[img]
Preview
Text
502018226_BAB IV.pdf

Download (159kB) | Preview
[img] Text
502018226_DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (266kB)
[img] Text
502018226_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
502018226_COVER_SAMPAI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Senjata airsoft gun adalah replika atau tiruan dari senjata api yang digunakan untuk kepentingan olahraga menembak, airsoft gun memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan senjata api sungguhan, sehingga senjata airsoft gun dapat digunakan oleh pelaku kejahatan sebagai alat untuk melakukan aksi kejahatan yang dapat mengancam dan membahayakan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kepolisian sebagai salah satu aparat penegak hukum mesti melaksanakan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan senjata airsoft gun dan mengetahui apa saja kendala yang ditemui dalam penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan senjata airsfot gun. Penyalahgunaan senjata airsoft gun yang digunakan oleh masyarakat sipil untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pengancaman, hingga penganiayaan yang dapat membahayakan dan mengancam jiwa seseorang. Oleh karena itu hal ini menjadi permasalahan hukum yang dibahas dan diteliti dengan metode penelitian yuridis empiris yaitu menggunakan data-data yang diperoleh di lapangan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah yang berasal dari hasil pengamatan di lapangan atau studi lapangan yang diperoleh dengan cara wawancara, kemudian dengan data sekunder adalah data yang diproleh dari studi kepustakaan yaitu mempelajari dan memahami peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal. Berdasarkan hasil penelitian penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan senjata airsoft gun adalah tindakan repressive berupa sanksi pidana yang telah diatur di KUHP serta pelaku penyalahgunaan senjata airsoft gun dapat diancam dengan Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951 Tentang Penyalahgunaan Senjata Api, dan tindakan preventif yaitu pencegahan seperti melakukan razia terhadap penjual airsoft gun ilegal atau kepada pengguna airsoft gun yang memiliki lebih dari 2 (dua) senjata airsoft gun, serta sosialisasi dengan komunitas atau club menembak. Kemudian kendala yang ditemui dalam penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan senjata airsoft gun dapat ditemukan dari faktor hukum, fakor aparat penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Mulyadi Tanzili, SH., MH 2. Heni Marlina, SH., MH
Uncontrolled Keywords: airsoft gun,penyalahgunaan,penegakan hukum
Subjects: Ilmu Hukum > Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mahasiswa Fakultas Hukum
Date Deposited: 30 Mar 2022 06:28
Last Modified: 30 Mar 2022 06:28
URI: http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/19934

Actions (login required)

View Item View Item

is powered by EPrints 3 which is developed by the School of Electronics and Computer Science at the University of Southampton. More information and software credits.